Apresiasi Pameran Produk Kerajinan Karya Pemuda Karang Taruna

  • Bagikan
KREATIF: Lurah Kerjasan Rio Deny Widodo berfoto bersama Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistiyo Utomo (kanan) menunjukkan salah satu produk hasil karya pemuda karang taruna.(MAULANA AINUL YAKIN/LINGKAR JATENG)
KREATIF: Lurah Kerjasan Rio Deny Widodo berfoto bersama Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistiyo Utomo (kanan) menunjukkan salah satu produk hasil karya pemuda karang taruna.(MAULANA AINUL YAKIN/LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkar.co – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sulistiyo Utomo mengapresiasi kegiatan pameran produk kerajinan karya pemuda Karang Taruna Prima Sakti, Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Menurutnya, pameran produk kerajinan berupa hiasan dari bambu tersebut meningkatkan kreatifitas hingga bisa menambah penghasilan masyarakat selama pandemi covid-19.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Pelaku usaha atau SDM-nya terdiri dari Karang taruna sebagai Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka menghasilkan rencana aksi wirausaha sosial yang harapannya bisa menambah pendapatan.

“Kegiatan yang luar biasa. Selain dapat ketrampilan juga dapat menambah penghasilan warga di saat pandemi. Pemuda adalah kekuatan bangsa, para pemuda bisa mengembangkan potensi dan bakatnya. Sehingga bisa menambah income,” katanya saat hadir dalam kegiatan yang bertajuk “Sebuah Startegi Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna”.

Pria yang juga Ketua DPC Gerindra Kudus itu juga berharap agar produk hasil karya pemuda itu menjadi produk unggulan. Bahkan, mampu bersaing dengan produk lainnya di pasar.

“Pihak Kelurahan Kerjasan juga melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah Kecamatan dan Kabupaten. Untuk mendukung program tersebut agar dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Lurah Kerjasan sekaligus pembina karang taruna Prima Sakti, Rio Deny Widodo memaparkan konsep-konsep terkait wirausaha sosial. Menurutnya, wirausaha merupakan bentuk kelompok usaha bersama yang berdasarkan atas sukarela. Maksimal 10 persen keuntungan untuk penangan PMKS.

“Untuk memulai sebuah usaha membentuk jejaring sosial dan menjalankan fungsi sosial. Seperti, meningkatkan pendapatan, mengatasi stress atau tekanan dan menjalankan peran sesuai status yang diemban,” cakapnya.

Tahapan untuk memulai pekerjaan sosial antara lain, pemetaan masalah dan potensi (Intake), perikatan (Contract), perencanaan (Planning), proses dengan metode (intervention), pengakhiran (Termination) dan pembinaan lanjut (Evaluation).

“Kami telah melakukan tahapan kewirausahaan yang meliputi, pemetaan potensi dan sumber di Kelurahan Kerjasan, perencanaan pelatihan life skills dan sosialisasi PMKS dan PSKS. Dari hasil tahapan tersebut menghasilkan keunggulan di bidang SDM dan masyarakat siap untuk dilatih,” lanjutnya.

Pelatihan kewirausahaan menghasilkan barang-barang yang memiliki nilai jual seperti, rak televisi, kitchen set, meja kursi taman, lukisan bambu, gazebo dan lain-lain. Barang yang sudah siap akan dilelang untuk mendaparatkan modal alat dan juga penyantunan PMKS.(kin/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.