Site icon Lingkar.co

Banjir di Kendal Meluas, Berikut Laporan Situasi Terkini

Relawan PMI dan BPBD Kabupaten Kendal saat membersihkan pohon tumbang di sekitar wilayah terdampak banjir. Foto: dokumentasi

Relawan PMI dan BPBD Kabupaten Kendal saat membersihkan pohon tumbang di sekitar wilayah terdampak banjir. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Banjir yang melanda kabupaten Kendal meluas menjadi lebih dari tujuh kecamatan. Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal, Muh Nurfathoni memaparkan laporan situasi terkini, Sabtu (17/1/2026).

Toni, sapaan akrabnya menyebut sejumlah titik banjir terjadi di kecamatan Ngampel, Kecamatan Pegandon, Kecamatan Brangsong, Kecamatan Kendal Kota, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kecamatan Patebon, Kecamatan Rowosari, dan beberapa kecamatan lain.

Tingginya curah hujan di sebagian wilayah di kabupaten kendal sejak dari hari Rabu hingga Kamis (14-15/1/2026) menyebabkan beberapa limpasan sungai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Ia menyebut laporan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI mencatatkan limpasan aliran sungai masuk dan berdampak ke beberapa wilayah seperti limpasan Sungai Penut berdampak ke Desa Karangmulyo, Desa Banyu Urip, Desa Ngampel Kulon dan Ngampel Wetan.

Kemudian, lanjutnya, air Sungai Kendal meluap dan berdampak ke beberapa wilayah, diantaranya; Desa Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Ngilir, Karangsari, Pekauman, Pegulon, Kobondalem, dan Patukangan.

“Limpasan aliran Sungai Waridin ke Desa Karang Tengah, Kumpulrejo, Kebonadem, Candiroto, Brangsong, Wonorejo, dan Krajan kulon. Sedangkan limpas aliran Sungai Aji berdampak ke Desa Plantaran, dan Desa Sarirejo,” urainya.

Pusdatin PMI Kabupaten Kendal juga mencatat, banjir tersebut mengakibatkan terputusnya akses transportasi darat dan kereta api.

“Dampaknya, banjir masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktifitas warga, tercemarnya sumber air, akses ke daerah terdampak terhambat, dan jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, banjir juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian di wilayah terdampak, terhentinya aktifitas di beberapa titik pasar induk dan pasar lokal, terkendalanya kegiatan belajar mengajar di beberapa fasilitas pendidikan yang terdampak, dan terhambatnya kegiatan peribadatan di wilayah terdampak

Tidak hanya itu, kata Toni, banjir juga berpotensi menimbulkan beberapa penyakit dari dampak limpasan air sungai, terhambatnya pelayanan administratif di kantor desa atau kelurahan yang terdampak, dan terhentinya aktifitas di beberapa titik pusat kesehatan masyarakat di area terdampak.

Menurut Toni, laporan menyebut hasil asesmen terbaru sebanyak 2.552 KK atau 8.358 Jiwa, dan 2.126 unit rumah terendam air

Kemudian, lanjutnya, banjir juga berdampak pada 18 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan, 7 unit perkantoran, 48 unit tempat ibadah.

Masih tingginya curah hujan juga disebut menjadi hambatan relawan melakukan asesmen dan mendistribusikan bantuan.

“Saat ini warga butuh air bersih, peralatan kebersihan, dan kebutuhan dasar seperti makanan dan air minum dalam kemasan,” paparnya.

Pusdatin PMI Kabupaten Kendal juga mencatat kebutuhan dasar bagi kelompok rentan, dan kebutuhan sanitasi.

“PMI memberikan pelayanan asesmen, membuka dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur umum madiri, dan pelayanan kesehatan,” jelasnya (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Exit mobile version