Site icon Lingkar.co

Bappeda Kabupaten Cilacap Catat Tren Positif 1 Tahun Duet Syamsul-Ammy

Ammy Amalia Fatma dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/2/2026).

Ammy Amalia Fatma dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/2/2026)

Lingkar.co – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap mencatat sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif sepanjang 2025 atau tepat setahun duet kepemimpinan Bupati Syamsul Auliya Rachman bersama Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya.

Angka kemiskinan tercatat 9,41 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 7,40 persen. Pertumbuhan ekonomi nonmigas sejak 2024 tercatat 5,01 persen. Sementara itu Indeks Pembangunan Manusia naik dari 72,55 menjadi 73,45, dan prevalensi stunting turun dari 5,31 persen menjadi 4,99 persen,

Hal itu dipaparkan Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap Imam Jauhari, dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/2/2026).

“Di bidang tata kelola, Pemkab Cilacap kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Indeks Reformasi Hukum juga meraih predikat A (Sangat Baik) dengan nilai 87,86”, kata Imam.

Cilacap turut menerima sejumlah penghargaan tingkat nasional, antara lain Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Kabupaten Kreatif, serta pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT). Di sektor pemerintahan, Pemkab melantik 2.591 PPPK paruh waktu, terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Kebijakan ini menjadi bagian dari penataan manajemen talenta ASN sekaligus penyelesaian status tenaga honorer.

Selain itu, pembangunan command center dilakukan untuk memperkuat pengawasan pelayanan publik berbasis data real time. Imam menambahkan, di bidang pendidikan, Pemkab mengalokasikan Rp 20 miliar dana BOS pendamping pada semester II 2025 dan menyiapkan Rp40 miliar untuk 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi pungutan sekolah serta membantu guru wiyata bakti.

Hibah Rp5 miliar juga disalurkan untuk insentif guru TPQ dan madrasah diniyah di 1.156 lembaga. Melalui APBN 2025, dilakukan revitalisasi 6 PAUD, 28 SD, dan 26 SMP dengan total anggaran Rp35,36 miliar. Pada sektor kesehatan, anggaran pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat pada 2025 mencapai Rp42,59 miliar dan meningkat menjadi Rp46,60 miliar pada 2026, ditambah Rp5 miliar belanja tidak terduga.

“Akses layanan kesehatan dasar terus kami perkuat, seiring penurunan angka stunting dan peningkatan umur harapan hidup,” kata Imam.

Di sektor infrastruktur, alokasi APBN Kementerian Pekerjaan Umum untuk Cilacap pada 2025 mencapai Rp398,91 miliar, mencakup bina marga, sumber daya air, dan cipta karya. Dari APBD Kabupaten, pada 2025 telah dibangun dan diperbaiki jalan sepanjang 105,339 kilometer dengan anggaran Rp182 miliar. Persentase jalan mantap meningkat menjadi 78,02 persen dari sebelumnya 76,83 persen.

Untuk 2026, pembangunan jalan desa dianggarkan Rp 72,27 miliar dengan estimasi panjang 120 kilometer. Program perumahan dan kawasan permukiman juga menunjukkan hasil. Sebanyak 2.067 rumah tidak layak huni tertangani pada 2025, sementara penanganan kawasan kumuh mencapai 10,64 hektare.

Di bidang ekonomi, seni, dan pariwisata, Pemkab mengembangkan kawasan heritage Kota Lama, merehabilitasi Gedung Graha Pemuda, serta membangun ruang terbuka publik di area Titik Nol Kilometer Cilacap. Kalender event 2025 diisi berbagai kegiatan, mulai dari Festival Nelayan hingga ajang olahraga dan festival kreatif yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Tantangan fiskal dan dinamika ekonomi tetap ada. Namun, dengan sinergi APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten, arah pembangunan Cilacap tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengajak investor untuk menanamkan modal di Cilacap. Ia menjanjikan kemudahan proses perizinan sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kemudahan dalam proses perizinan akan menjadi prioritas kami untuk meningkatkan investasi di Cilacap,” ujar Syamsul.

Ia menegaskan, pembangunan ke depan tetap difokuskan pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta sektor ekonomi produktif. Beberapa program prioritas yang akan dijalankan antara lain revitalisasi rumah potong hewan (RPH), pengembangan olahraga, dan penguatan ekonomi lokal.

Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya pada kesempatan ini juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama setahun masa kepemimpinannya. “Tentu kami melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang kurang baik. Saya juga meyakini mudah mudahan apa yang sudah kita laksanakan setahun ini bersama seluruh kepala OPD dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version