Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri kegiatan Tarawih Keliling sekaligus Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kota Semarang Tahun 1447 Hijriah /2026 M pada Jumat (6/3) di lapangan depan ex-Wonderia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Semarang, Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, tokoh agama, serta masyarakat sekitar untuk memperingati turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena malam ini menjadi malam yang istimewa. Al-Quran ibarat mata air kebijaksanaan yang nilainya melampaui batas-batas perbedaan,” ujar Agustina dalam sambutannya.
Dirinya menekankan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk yang memberikan teladan universal mengenai keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang menjadi pegangan bagi kepemimpinan dirinya bersama Pak Iswar dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab di hadapan Tuhan untuk memimpin Kota Semarang.
“Maka, saya dan Pak Iswar melayani panjenengan semua dalam bentuk pengabdian sosial. Memastikan setiap kebijakan, seperti di bidang kesehatan hingga pendidikan merupakan cara kami berdiri paling depan saat warga sedang memerlukan bantuan,” tegasnya.
Acara ini juga menjadi momen bagi pemerintah bersama masyarakat untuk menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda Semarang beberapa hari terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas dari berbagai dinas seperti BPBD, PU, Damkar, dan Dinas Perhubungan yang telah bekerja keras menangani dampak cuaca buruk, termasuk evakuasi ratusan pohon tumbang dalam waktu singkat.
“Maka, doa pada hari ini kita lantunkan untuk kesehatan seluruh para petugas yang menghadapi tantangan untuk menyelesaikan bencana di Kota Semarang. Saya membayangkan, pasti teman-teman itu tidak beristirahat,” ungkap Agustina.
Wali kota juga mengajak seluruh warga untuk disiplin menjaga lingkungan, terutama kebersihan saluran air guna mengendalikan banjir. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk ibadah yang nyata dan meminta masyarakat untuk memastikan sampah rumah tangga dibuang pada tempatnya agar beban kota menjadi lebih ringan.
“Yang paling sederhana adalah memastikan saluran air di sekitar kita tidak tersumbat. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Selain peringatan Nuzulul Qur’an, Pemerintah Kota Semarang secara simbolis menyerahkan bantuan kitab Al-Qur’an. Diketahui bahwa Kota Semarang menerima bantuan sebanyak 20 ribu kitab Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah yang nantinya akan didistribusikan ke setiap kecamatan dan masjid agar dapat menunjang program belajar mengaji bagi anak-anak.
“Ini itikad baik dari Pemerintah Kota Semarang untuk melaksanakan janji kita di RPJMD bahwa di setiap sore, anak-anak harus tertib belajar mengaji,” jelasnya.
Agustina juga menginformasikan bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31 pada bulan September mendatang. Penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan besar setelah 47 tahun berlalu. Pemerintah Kota Semarang pun tengah menyiapkan berbagai fasilitas serta pengembangan sumber daya manusia untuk menyambut sekitar 11 ribu tamu dari seluruh Indonesia.
“Tantangannya adalah membuat para tamu itu nyaman, namun warga kota Semarang juga merasa tenang. Kita juga mengusulkan supaya pada saat, sebelum atau sesudah MTQ, kita boleh melaksanakan Lomba Rebana Nasional,” pungkasnya. (Adv)
