Lingkar.co – Seorang anak perempuan berinisial
IN (5), warga Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dilaporkan hanyut dan hilang di anak Sungai Perak, Minggu (11/1/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan mengguyur wilayah tersebut dan debit air sungai meningkat. Korban diduga terseret arus saat bermain sepeda bersama dua kakaknya di area genangan limpasan air sungai.
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan adanya laporan bocah hanyut tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan tim dari Pos SAR Jepara ke lokasi kejadian.
“Benar, pagi ini kami menerima laporan kejadian bocah hanyut pada Minggu sore kemarin. Satu tim dari Basarnas Pos SAR Jepara sudah diberangkatkan untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan,” ujar Budiono.
Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Munaji, korban saat itu bermain sepeda bersama dua kakaknya. Kakak pertama mengendarai sepeda sendiri, sementara korban dibonceng oleh kakaknya yang kedua. Mereka melintas di jalan yang tergenang air limpasan anak Sungai Perak dengan kondisi licin akibat hujan deras.
Nahas, sepeda yang dinaiki korban tergelincir hingga membuat Ismi terjatuh ke sungai kecil di sisi jalan. Sang kakak masih sempat bertahan dengan memegang sepeda, namun korban yang bertubuh kecil tidak mampu menahan derasnya arus air dan terseret aliran sungai.
Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat korban tidak berhasil diselamatkan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Basarnas untuk dilakukan pencarian.
Dalam operasi SAR, tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car Tipe 1, peralatan SAR air lengkap, Aqua Eye, serta alat komunikasi.
“Kami mengirimkan satu tim lengkap dengan peralatan SAR air. Kami berharap cuaca membaik dan debit air menurun agar proses pencarian dapat berjalan maksimal,” pungkas Budiono.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. ***
