Dana Pemerintah Terbatas, 53 PKL Dituntut Bikin Shelter Pribadi

SEGERA DITEMPATI: Kondisi sentra PKL Kartini baru-baru ini.(MUKHTARUL HAFIDH/KORAN LINGKAR JATENG)
SEGERA DITEMPATI: Kondisi sentra PKL Kartini baru-baru ini.(MUKHTARUL HAFIDH/KORAN LINGKAR JATENG)

SRAGEN, Lingkar.co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen mempersiapkan pengisian Pedagang Kaki Lima (PKL) sentra Kartini. Sebanyak 53 pedagang bakal mengisi lapak yang tersedia. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, PKL harus membuat shelter semi permanen dengan biaya pribadi.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Pasar Tommy Isharyanto mengatakan, pemanfaatan PKL sentra Kartini siap bulan depan. Sebenarnya saat ini pekerjaan sudah selesai. Namun melihat kondisi lokasi, perlu penataan sebaik mungkin.

”Sekarang paving sudah terpasang. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Kita inginkan mereka bisa bertahan jika panas hujan maupun angin, makanya perlu shelter semi permanen, seperti yang ada di kotabarat Solo,” terang Tommy.

Tetapi karena keterbatasan dana pemerintah, maka pembangunan didorong swadaya. Disperindag memfasilitasi untuk pembangunannya. Misalnya memang benar-benar tidak ada biaya, dari Disperindag sudah menggandeng BPR Joko Tingkir dengan fasilitas pinjaman lunak Rp 1,5 juta dengan bunga 0 persen dicicil selama setahun.

”Kalau punya uang, silahkan bayar secara cash. Kita inginnya tempat yang layak, punya karakter dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung,” ujar Tommy.

Dia menjelaskan, pemilihan shelter semi permanen karena cukup kuat. Jika menggunakan tenda payung, menurutnya tidak akan awet.

“Setiap pedagang mendapati lapak 1,5×3 meter per shelter. Modelnya letter U, jadi yang tengah bisa untuk live music,” terangnya.

Selain itu, dia menyampaikan sebanyak 53 pedagang ini dari beberapa paguyuban yang sebelumnya sempat kena gusur. Seperti PKL Alun-alun, Eks Kantor KPU Lama, PKL Pasar kota dan sebagainya. Sebagai stimulus, PKL mendapat keringanan gratis retribusi selama 6 bulan.

”Sebenarnya sekarang sudah bisa, tapi persiapan dulu. Paling tidak target saya 6 Maret sudah siap semua,” jelasnya.

Sedangkan untuk urusan lainnya seperti kebersihan, keamanan dan sebagainya para pedagang mandiri. Mereka dalam suatu paguyuban. Karena mereka sebelumnya dari beberapa paguyuban PKL.(fid/lut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.