Dinporapar Pati Optimis Capai Target PAD dari Sektor Pariwisata

  • Bagikan
Kepala Dinporapar, Rekso Soehartono saat ditemui di kantornya. Lingkar News NetworkLingkar.co
Kepala Dinporapar, Rekso Soehartono saat ditemui di kantornya. Lingkar News NetworkLingkar.co

PATI, Lingkar.co – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati terus genjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2021 untuk capai target PAD.

Pasalnya pada masa pandemi ini, sejumlah tempat wisata mengalami penutupan sehingga banyak yang tidak memberikan kontribusi pajak daerah.

Dari data menurunnya PPKM ke level 2 baru-baru ini, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pati sudah dapat beroperasi kembali.

Karena penurunan level PPKM tersebut telah menjadi angin segar untuk mengejar target PAD pendapatan bidang pariwisata di sisa tahun 2021.

“Syukur melalui SE Bupati destinasi-destinasi wisata sudah dapat kembali buka. Jadi harapannya sisa bulan terakhir ini kita genjot agar dapat memenuhi target,” ujar Rekso Suhartono. Kepala Dinporapar Pati pada Kamis (7/10/2021) saat Lingkar.co temui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Rekso Suhartono mengatakan saat ini pihaknya hanya menargetkan 200 juta rupiah atau separuh dari sebelumnya.

Baca Juga:

Pandemi, Kondisi Wisata Tirtonadi Memprihatinkan

Angka tersebut adalah hasil perubahan tahun ini yang awalnya sekira 450 juta. Sedangkan sampai sejauh ini angka realisasi sendiri telah mencapai kisaran angka 89 juta rupiah.

Berbagai sumber pendapatan guna memenuhi pencapaian target yang telah ditetapkan, diantaranya berasal dari hasil penyewaan lahan milik Pemerintah Kabupaten Pati.

Mulai dari kios-kios GOR Pesantenan, Wisma Sukoharjo. Selain itu juga pemasukan  destinasi pariwisata seperti Gua Pancur, Sendang Tirta Mertasani dan Syech Jangkung yang ada di Kayen.

Apalagi tambahan pemasukan dari salah satu destinasi pariwisata unggulan yaitu Waduk Gunungrowo di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong memiliki potensi pemenuhan target.

Menurut Kadinporapar, bahwa dalam kurun waktu beroperasi seminggu, tempat wisata tersebut telah menyumbang 20 juta rupiah.

“Jadi kami yakin dan optimis mencapai target. Kita genjot. Tapi kita tetap perhatikan  protokol kesehatan dan utamakan keselamatan masyarakat. Dengan melaksanakan pemantauan prokes secara rutin pada sejumlah destinasi pariwisata, “ jelas Rekso.

Penulis: Lingkar News Network

Editor: Muhammad Nurseha

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!