Site icon Lingkar.co

Dishub Semarang Siapkan Portal dan CCTV, Tekan Pelanggaran Truk Tronton di Silayur

Dishub Semarang bakal siapkan portal dan CCTV cegah truk lakukan pelanggaran. (dok Alan Henry)

Dishub Semarang bakal siapkan portal dan CCTV cegah truk lakukan pelanggaran. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan langkah konkret menyusul insiden kecelakaan truk tronton yang terjadi di turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Upaya ini dilakukan untuk menekan pelanggaran kendaraan berat yang kerap melintas di luar jam operasional.

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengakui bahwa pengawasan berbasis petugas di lapangan belum sepenuhnya efektif.

“Kami sudah melakukan evaluasi atas insiden kecelakaan kemarin. Karena kawasan Silayur merupakan jalan kelas II dengan adanya aktivitas industri dan pergudangan, maka salah satu upaya pembatasan yang kami lakukan dalam jangka pendek dengan pemasangan portal,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Portal Pembatas dan Jam Operasional

Berdasarkan hasil survei Dishub bersama Satlantas Polrestabes Semarang, terdapat dua titik yang dinilai strategis untuk pemasangan portal, yakni di ujung utara Jalan Prof. Hamka depan Pasar Jrakah dan di depan Kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng.

Portal tersebut direncanakan memiliki batas ketinggian sekitar 3,4 meter, sehingga masih aman dilalui bus Trans Semarang. Sistemnya juga tidak permanen dan dapat dibuka-tutup sesuai jam operasional kendaraan berat, yakni pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Pelanggaran Masih Marak

Selama ini, Dishub bersama pihak kawasan BSB telah berupaya membatasi pergerakan truk tronton. Namun, pelanggaran masih sering terjadi, terutama karena sopir mengejar jadwal bongkar muat maupun keberangkatan kapal.

Dishub bahkan telah mengantongi bukti berupa tilang dan rekaman video pelanggaran. Pemasangan portal diharapkan menjadi solusi efektif untuk memperketat pengawasan.

“Teman-teman DPU yang akan buat desainnya. Ini komitmen dan semoga pemasangan (portal) itu realisasinya bisa dalam waktu dekat,” tambah Danang.

Tambahan CCTV dan Rekayasa Jalan

Selain portal, Dishub juga akan memasang CCTV di kawasan tersebut untuk mempermudah pemantauan tanpa harus selalu menempatkan petugas di lokasi.

“Setelah ada portal kita pasang CCTV juga agar petugas yang melakukan monitoring tidak harus setiap hari ke situ. Tapi awal-awal nanti tetap ada petugas sekalian untuk sosialisasi ke pengguna jalan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, rencana pelandaian jalan di tikungan setelah Perumahan Puri juga tengah disiapkan guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan di turunan Silayur.

Polisi Dukung Pengetatan Pengawasan

Sementara itu, KBO Satlantas Polrestabes Semarang, Sujid Riyanto, menyatakan dukungan terhadap rencana pemasangan portal.

Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran tetap akan dilakukan.

“Penyebab kecelakaan kemarin masih dalam proses penyelidikan. Adanya dugaan fungsi rem dan lain-lainnya masih didalami kepolisian unit Gakkum Polrestabes Semarang,” tandasnya.

Dengan kombinasi pemasangan portal, CCTV, serta rekayasa jalan, pemerintah berharap angka pelanggaran dan kecelakaan di kawasan rawan tersebut dapat ditekan secara signifikan. ***

Exit mobile version