Dua Sendang di Semarang Tidak Pernah Kering dan Punya Keistimewaan

  • Bagikan
Seorang warga saat sedang ingin mengambil air di Sendang Panguripan. FOTO: Rezanda Akbar D/Lingkar.co
Seorang warga saat sedang ingin mengambil air di Sendang Panguripan. FOTO: Rezanda Akbar D/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Ibu Kota Jawa Tengah, punya dua sendang yang airnya tidak pernah habis meski kemarau melanda.

Lokasinya berada di Desa Kaliancar, RT 03 RW 01, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Sendang pertama bernama Panguripan, letaknya dibawah dekat pintu masuk. Sedangkan yang kedua, bernama Sendang Pengasihan.

Meski masih dalam satu lokasi, namun letak sendang kedua ini pada bagian atas. Bisa ditempuh dengan jalan kaki sekira 50 meter dari Sendang Panguripan.

Pengurus sendang, Sutimen, mengatakan, bahwa umur kedua sendang tersebut, diperkirkaan telah ratusan tahun lebih.

“Sendang ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kami, jadi tinggal meneruskan saja, dan melestarikannya,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Warga sekitar memanfaatkan sendang itu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci baju hingga untuk minum.

Ia menuturkan air dari sendang itu bisa langsung diminum.

“Air di sendang ini beda dengan yang dijual di pasaran. Rasanya lebih enak. Kalau air minum yang dijual yang masih disegel ditaruh di kebun, dua bulan kemudian mungkin airnya sudah ada lumutnya. Tapi air dari sendang ini tidak, tetap bersih,” jelasnya.

KEISTIMEWAAN LAINNYA

Tak hanya itu, ada keistimewaan lain yang dimiliki oleh sendang tersebut.

Konon air dari Sendang Panguripan dan Sendang Pengasihan bisa menyembuhkan orang sakit.

Bahkan dinilai bisa mempermudah orang yang kesulitan mendapatkan jodoh.

“Biasanya kalau air yang digunakan untuk sebagai obat perantara menyembuhkan penyakit, itu mengambil air di Sendang Panguripan, di pancuran yang sebelah kiri,” katanya.

“Sedangkan kalau untuk mempermudah mendapatkan jodoh, itu biasanya mandi di sendang, tiga sampai tujuh kali itu bisa,” sambungnya.

Ia menyebut tidak hanya warga sekitar saja yang menggunakan air sendang tersebut. Warga dari luar desa pun banyak berdatangan ke sendang, mulai dari Krapyak, Mangkang, Kaliwungu.

“Mereka kadang mandi, ambil air. Bahkan ada yang dari Jepara, datang ke sini menyumbang untuk dibuatkan Gazebo di sekitar sendang. Banyak donatur yang mungkin diberi kelebihan rezeki, kemudian dititipkan di sini, untuk merawat, dan membenahi infrastruktur lingkungan sendang,” jelasnya.

Pada masa pandemi ini, lanjutnya, banyak warga dari luar daerah itu datang ke sini, ambil air untuk diminum. Mereka memiliki keyakinan, melalui perantara air sendang ini, bisa mencegah terpapar Covid-19.*

Penulis: Rezanda Akbar D

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!