Lingkar.co – Persaingan memperebutkan trofi juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025–2026 berlangsung kompetitif hingga peluit akhir dibunyikan. Digelar di Lapangan Sidodadi dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh, laga puncak menghadirkan duel terbaik antartim sekolah dasar yang telah melewati rangkaian kompetisi panjang.
Pada partai final Kelompok Umur (KU) 12, SDN Sendangmulyo 04 kembali menunjukkan konsistensinya dengan mempertahankan gelar juara. Sementara di KU 10, SDN Klepu 03 menegaskan dominasinya dengan mencatatkan quattrick gelar juara atau empat kali berturut-turut.
Final KU 12 mempertemukan SDN Sendangmulyo 02 kontra SDN Sendangmulyo 04 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. SDN Sendangmulyo 04 membuka keunggulan lewat gol Alice Vinorea Putri pada menit kedua.
Selang satu menit kemudian, Janeeta Alodya menggandakan skor menjadi 2-0. Alice kembali mencetak gol pada menit ke-10 dan membawa timnya unggul 3-0.
SDN Sendangmulyo 02 sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Jihaan Lynta Bassaamah. Di babak kedua, pertandingan berjalan semakin sengit.
Jihaan kembali mencetak dua gol tambahan pada menit ke-19 dan 29. Namun gol penutup dari Kaisa Fatikha Ar-ridho memastikan kemenangan SDN Sendangmulyo 04 sekaligus mempertahankan gelar juara KU 12.
Sementara itu, di final KU 10, SDN Klepu 03 tampil dominan saat menghadapi SDN Kalibanteng Kidul 03. Gol cepat Shakila Azalia Ardani pada menit kedua membuka keunggulan. Dua gol tambahan di menit ke-16 dan 21 memastikan kemenangan 4-0 sekaligus mengukuhkan quattrick gelar juara sejak 2024.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jackson F Tiago, menegaskan bahwa MLSC bukan sekadar turnamen, melainkan jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
“Turnamen MLSC bisa dikatakan menjadi salah satu ajang yang penting karena saat ini merupakan jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey merah putih,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Joko Hartono, mengapresiasi penyelenggaraan MLSC sebagai sarana pembinaan karakter dan sportivitas pelajar.
“Melalui kompetisi ini, semoga para peserta dapat membangun jiwa sportivitas serta kejujuran, karena pendidikan, keterampilan serta karakter dan attitude sama pentingnya untuk meniti masa depan mereka masing-masing,” jelasnya.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut MLSC sebagai komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem sepak bola putri usia dini.
“MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas,” katanya.
MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 diikuti 1.239 peserta dari 65 SD dan MI di Semarang dan sekitarnya, terbagi dalam 55 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Selain pertandingan 7 vs 7, peserta juga mengikuti Skill Challenge serta Festival SenengSoccer untuk kategori KU 8.
Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 akan berlanjut di sejumlah kota lain, antara lain Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. ***
