Lingkar.co — Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Minggu pagi (25/1/2025), berubah menjadi panggung budaya terbuka. Ratusan pelajar SMP se-Kota Semarang menampilkan flashmob tari Jawa yang digagas Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Semarang, menarik perhatian pengunjung CFD.
Sejak pukul 06.30 WIB, alunan gamelan menggema di sepanjang Jalan Pahlawan, mengiringi gerak tari para pelajar yang tampil dinamis dan enerjik. Aksi kolosal tersebut menghadirkan pemandangan berbeda di ruang publik, ketika seni tari tradisi hadir berdampingan dengan aktivitas masyarakat kota.
Ketua Pepadi Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan generasi muda dengan seni tradisi Jawa melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan karakter anak muda.
“Kegiatan flashmob ini adalah upaya kami dari Pepadi Kota Semarang untuk mendekatkan generasi muda pada tari sebagai seni tradisi Jawa. Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal keseniannya, tetapi juga mencintai dan mempunyai rasa memiliki seni tradisi sebagai bagian dari identitas mereka,” ujar Anang.
Menurutnya, ruang publik seperti CFD merupakan media yang efektif untuk mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luas. Dengan cara ini, stigma bahwa tari Jawa hanya milik generasi tua atau kalangan tertentu dapat dihapuskan.
Anang menegaskan Pepadi Kota Semarang berkomitmen aktif menjaga eksistensi kesenian tradisi Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya populer.
“Pepadi Kota Semarang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kesenian tradisi Nusantara. Ini merupakan tanggung jawab bersama, dan kami memilih untuk memulainya dari generasi muda,” tegasnya.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain pelajar SMP, Pepadi Kota Semarang juga menghadirkan penari gagahan yang menampilkan pethilan Sesaji Rajasuya dengan kostum wayang orang lengkap. Warga yang melintas di Jalan Pahlawan berbondong-bondong mendekat, bahkan ikut menari mengikuti gerak tari Jawa.
Menariknya, sejumlah anggota Polwan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang turut bergabung dalam flashmob, menari bersama di hadapan publik. Momen kebersamaan tersebut menambah semarak sekaligus menunjukkan seni tradisi mampu menyatukan berbagai kalangan.
Pepadi Kota Semarang berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sebagai bagian dari pembinaan dan pelestarian seni budaya di Kota Semarang. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
Di tengah dinamika kota yang terus bergerak cepat, flashmob tari Jawa di CFD Pahlawan menjadi pengingat bahwa tradisi tidak tertinggal. Dengan sentuhan kreatif dan dukungan generasi muda, seni tradisi khususnya tari Jawa justru menemukan denyut barunya di ruang publik Kota Semarang. ***
