Lingkar.co – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri grand opening gedung (kantor dan warehouse) OHANA Training Center, Jl. Harjobinangun Ngawen, RT 03/ RW 16, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3/2026).
Wabup mengapresiasi para pegiat yang memanfaatkan tempat tersebut sebagai pusat pelatihan dan layanan yang aksesibel dan profesional.
Danang menilai kontribusi OHANA sangat besar dalam upaya pemberdayaan masyarakat difabel, khususnya di Kabupaten Sleman.
Dengan adanya warehouse dan training service di Kabupaten Sleman, diharapkan juga akan membawa dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat di Kabupaten Sleman.
“Kalau melihat kursi roda secara umum, mungkin kita menganggapnya semua sama saja. Ternyata di OHANA ini, kursi roda itu ada berbagai macam tipe karena disesuaikan dengan kultur bentuk tubuh dan kebutuhan. Bahkan untuk atlet juga beda. Kami bersyukur warehouse dan training service ini ada di Kabupaten Sleman,” katanya.
Sementara, Direktur Eksekutif OHANA, Risnawati Utami, menyebut bahwa Training Center yang baru diresmikan ini dapat difungsikan sebagai pusat layanan dan pelatihan komprehensif, yang berfokus pada layanan fungsional kursi roda adaptif, pemberdayaan ekonomi perempuan disabilitas, dan advokasi kebijakan inklusif.
“OHANA Training Center ini diharapkan menjadi solusi untuk mereduksi stigma dan diskriminasi yang dialami oleh penyandang disabilitas, yang selama ini kerap terabaikan dan negara belum hadir dalam mengatasi semua ini,” jelasnya.
Sejak berdiri pada tanggal 6 Juli 2012, lanjut Risnawati, OHANA bekerja di antara celah-celah sistem yang belum sepenuhnya berpihak kepada penyandang disabilitas.
Ia menyebut seperti masih banyaknya penyandang disabilitas masih memakai kursi roda yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas mereka. Bagi anak dengan disabilitas ganda, akses terapi yang berkualitas pun masih sangat terbatas.
“Sehingga kerja-kerja advokasi yang kami kembangkan harus terus mendorong terciptanya disability justice dalam pemenuhan hak kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kebijakan dan akses terhadap adaptasi perubahan dinamika di masyarakat,” urainya. (*)
