Lingkar.co – Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kota Semarang kembali menegaskan dominasinya dengan mempertahankan gelar juara umum pada ajang Festival Olahraga Daerah (Forda) Jawa Tengah 2025 yang digelar di Surakarta, 5–7 Desember 2025. Prestasi ini melengkapi capaian serupa yang sebelumnya diraih pada Forda 2023 dan 2024.
Ketua Umum FONI Kota Semarang, Wahyu Aditya, menyampaikan capaian tiga kali juara umum berturut-turut merupakan buah dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sejak FONI berdiri pada 2023.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami jalankan berjalan di jalur yang benar. Meski usia organisasi masih relatif muda, kami berkomitmen membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pengurus, pelatih, hingga para atlet yang disiplin menjalani proses latihan.
“Prestasi ini bukan hasil instan. Ada proses panjang, kedisiplinan atlet, serta dukungan pelatih yang terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas,” tambahnya.
Olahraga orienteering sendiri merupakan cabang olahraga navigasi darat yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Meski tergolong baru di Kota Semarang, FONI mampu berkembang pesat dan menorehkan prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Pelatih Fisik FONI Kota Semarang, Fathul Malik Al-Majid, menjelaskan persiapan menghadapi Forda dilakukan melalui tahapan seleksi atlet dan latihan rutin yang terprogram.
“Untuk persiapan Forda, kami melakukan seleksi secara berkala. Setelah atlet terpilih, kami susun jadwal latihan yang terjadwal, meliputi latihan fisik dan teknik,” jelas Fathul.
Dari hasil kompetisi, kontingen Kota Semarang berhasil mengoleksi total 13 medali, terdiri dari 4 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Mereka bersaing dengan sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, seperti Tegal, Batang, Kudus, Kebumen, Magelang, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, dan Sragen.
Sementara itu, atlet kategori M30 FONI Kota Semarang, Kemal Abdul Aziz, menyebut Kabupaten Tegal menjadi pesaing terberat pada Forda tahun ini.
“Lawan terberat kami Tegal, karena mereka memiliki pengalaman yang sangat panjang dan jumlah peserta yang cukup banyak,” ungkap Kemal.
Menurut Kemal, meski tanpa persiapan khusus, tim lebih menekankan pada kesiapan mental dan sportivitas dalam bertanding.
“Kami fokus pada mental bertanding dan sportivitas agar bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.
Ia juga berharap penyelenggaraan Forda ke depan dapat berlangsung lebih baik dengan penambahan kategori lomba serta lokasi tuan rumah yang lebih variatif.
“Harapannya Forda berikutnya bisa menambah kategori yang dilombakan dan digelar di kabupaten/kota lain agar atlet mendapat pengalaman baru,” katanya.
Kemal turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap para atlet.
“Dukungan dari Pemkot Semarang sangat baik. Kami difasilitasi tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga uang pembinaan. Ini sangat memotivasi atlet untuk berprestasi,” pungkasnya.
Dengan capaian tiga kali juara umum secara beruntun, FONI Kota Semarang semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama olahraga orienteering di Jawa Tengah. ***
