Foto Seorang Perempuan Diduga akan Melahirkan Ditandu di Grobogan Viral

  • Bagikan
Seorang perempuan ditandu sejumlah warga viral di media sosial. (DOK ISTIMEWA)
Seorang perempuan ditandu sejumlah warga viral di media sosial. (DOK ISTIMEWA)

GROBOGAN, Lingkar.co– Sebuah foto seorang perempuan ditandu oleh sejumlah warga viral di media sosial Sabtu (30/1/2021). Perempuan tersebut ditandu karena melewati jalan yang kondisinya rusak parah.

Dari postingan akun Edi Purnomo di Group Facebook Front Lintas Grobogan sekitar pukul 21.00 menunjukkan seorang perempuan berpakaian warna kuning dan berkerudung cokelat ditandu tiga orang.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Beberapa warga mengikuti di belakangnya dengan jalan kaki menerabas jalan yang kondisinya rusak parah dan berlumpur.

Disertakan dalam foto tersebut keterangan yang bernada mempertanyakan perhatian kepada masyarakat kecil.

“Kenapa yang duduk di kursi empuk gak memperhatikan masyarakat ini mau melahirkan aja harus ditandu. Jalannya gak pernah dibangun,” tulis akun Edi Pranowo Sabtu (30/1/2021).

Pantauan Lingkar.co sekitar pukul 23.15, sudah ada sebanyak 251 komentar dengan 322 tanggapan lainnya untuk foto tersebut.

Dari kolom komentar, akun Edi Pranowo menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di Dusun Geri, Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.

Beberapa netizen meminta agar akun-akun para pemangku kepentingan mulai kepala desa hingga bupati ditandai. Dengan harapan melihat peristiwa tersebut.

“Tag wae lurah po bupatine sekalian, ben melek matane (Tandai aja lurah apa bupatinya sekalian, biar matanya melihat),” tulis akun Doyok Rockabilly.

Namun, ada juga beberapa netizen yang mempertanyakan kondisi jalan tersebut. Apakah memang jalan desa atau hanya jalan kebun tebu.

“Itu memang jalan desa ya? Apa cuma jalan ke kebon tebu,” tulis akun Eko Wahyu Utomo.

Sedangkan akun Pipit Ariyana Wati menuliskan bahwa wilayah Grobogan yang pelosok masih banyak jalan rusak.

“Grobogan yang pelosok masih banyak jalan yang rusak. Gak ngerti deh, dari zaman nenek moyang sampai sekarang masih aja jelek. Jalan raya aja banyak lobang, apalagi yang pelosok. Jadi males mudik. Mobil sedan susah kalau kesana,” tulisnya.(lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.