Genjot Penurunan Stunting, Wagub Jateng: Perlu Intervensi Intensif

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kamis (13/7).

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan bahwa Jateng sedang menargetkan penurunan angka stunting melalui intervensi intensif.

Saat ini, masih terdapat 17 kabupaten/kota yang memerlukan intervensi intensif. Dia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya ini agar angka stunting di Jateng dapat turun secara signifikan.

“Diperlukan intervensi secara intensif dan massif untuk menurunkan permasalahan stunting ini,” tuturnya.

Kasus stunting di Kabupaten Kendal terus mengalami penurunan. Bahkan, saat ini Kendal berada di urutan ke-8 dengan kasus terendah di Jawa Tengah.

Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mengatakan, Pemkab terus berkolaborasi untuk menekan angka stunting. Yakni dengan melakukan berbagai macam intervensi. Bahkan, data per Februari 2023 menunjukkan angka stunting hanya 10,9 persen. Ini mengalami penurunan dari tahun 2022 yang mencapai 11,4 persen.

“Saat ini pendataan anak stunting sudah dilakukan dengan baik. Dan angka stunting di Kendal saat ini lebih rendah dari yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” katanya dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kamis (13/7/2023).

Png-20230831-120408-0000

Dico melanjutkan, upaya penurunan kasus stunting terus digencarkan oleh Pemkab. Kasus ini harus menjadi perhatian bersama karena berpengaruh terhadap kualitas SDM di Kendal. Pihaknya juga mendorong kolaborasi dalam mengatasi permasalahan stunting.

“Mustahil memiliki kualitas SDM yang baik apabila tidak memperhatikan stunting yang ada di Kendal,” ujarnya.

Dico berharap, intervensi yang dilakukan Pemkab Kendal dapat menjadi contoh dalam menurunkan angka stunting di Jawa Tengah. Dia juga mengungkapkan inovasi berupa aplikasi untuk penanganan stunting.

“Aplikasi tersebut akan memonitor penurunan dan penanganan stunting di Kendal,” jelasnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini BKKBN memprioritaskan konsep ‘keluarga bebas stunting‘ sebagai fokus tema dalam peringatan Harganas tahun ini.

Tujuannya adalah agar peringatan Hari Keluarga Nasional dapat menjadi pintu masuk untuk mendekatkan keluarga Indonesia.

Selain itu, isu stunting sangat berhubungan dengan masa depan keluarga dan harus disampaikan dengan cara yang lebih tepat, lebih menyentuh, dan lebih memahami sudut pandang khalayak.

Hal ini penting agar keluarga menyadari pentingnya merencanakan keluarga, melaksanakan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) bagi pasangan usia subur, dan mengatur jarak kelahiran antara anak-anak.

“Dengan demikian, mimpi Indonesia 100 tahun mendatang (tahun 2045) menjadi negara yang memiliki Generasi Emas dapat terwujud,” ujarnya.

Penulis: Wahyudi

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *