Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Banyumas Sebut Tak akan Tutup Pasar

  • Bagikan
Bupati Banyumas Achmad Husein saat memberi keterangan pers di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, terkait dengan persiapan pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Rabu (3/2/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Bupati Banyumas Achmad Husein saat memberi keterangan pers di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, terkait dengan persiapan pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Rabu (3/2/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)

PURWOKERTO, Lingkar.coBupati Banyumas Achmad Husein menyebutkan, tak akan menutup pasar saat melaksanakan Gerakan Jateng di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021.

Hal tersebut disampaikan Bupati di sela rapat persiapan pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja, untuk tingkat Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Jadi yang pertama adalah kami membuat harus ada kemanfaatan terhadap pemutusan penyebaran COVID-19 ini. Tetapi ekonomi itu jangan sampai menjadi tidak bergerak sama sekali, terutama di level orang-orang kecil,” katanya di Pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (3/2/2021).

Menurut Bupati, dalam surat edaran tersebut banyak ketentuan yang diatur, salah satunya penutupan kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya ialah mewajibkan mal dan pusat-pusat perbelanjaan saat pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja.

“Pasar tidak tutup tetapi dikendalikan. Artinya, kapasitasnya itu, keluar-masuknya orang di dalam pasar jangan sampai umpel-umpelan (berdesakan, red.). Nanti dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang akan mengatur, setiap pasar akan dijaga, kalau perlu masuknya bergantian,” ujarnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein di Pasar Wage Banyumas, belum lama ini. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
Bupati Banyumas Achmad Husein di Pasar Wage Banyumas, belum lama ini. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

Ia menuturkan, Pemkab Banyumas pada Kamis (4/2) dan Jumat (5/2) akan mengerahkan sekitar 50 mobil, untuk menyosialisasikan rencana pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja kepada masyarakat, termasuk menginformasikan tentang bahaya COVID-19 beserta upaya pencegahannya.

Kendati demikian, dia mengakui, Gerakan Jateng di Rumah Saja tidak bisa menjadikan wilayah Banyumas sepi secara keseluruhan.

“Kita tidak mungkin 100 persen seperti itu (sepi, red.). Seperti pasar, kalau seluruh pasar kami tutup, nanti orang-orang belanjanya ke mana, makanya kami kendalikan saja,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, salah seorang pedagang sayuran di wilayah Purwokerto Utara, Ningsih mengaku khawatir, jika pasar ditutup selama pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja.

“Kalau pasar ditutup, nanti saya harus kulakan di mana? Kan tidak mungkin membeli sayuran dalam jumlah banyak pada Jumat untuk dijual selama tiga hari ke depan. Yang ada sayurannya busuk dan tidak laku dijual,” ungkapnya.  (ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Respon (1)

  1. asslmlkm w.wb..
    saya tohir pdgang kaki lima bubur ayam khas jkrta
    mohon maaf kpada pemerintah banyumas
    apakh besok pda sabtu dan minggu pdgang tetap
    bisa jualan pagi ??
    seandainya tidak boleh jualan selma dua hari saya
    nanti gk ada pnghasilan sma sekali pakk..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.