Site icon Lingkar.co

Harga BBM di ASEAN Naik, Singapura Tembus Nyaris Rp55 Ribu per Liter

SPBU. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai terjadi di sejumlah negara kawasan ASEAN, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sejak akhir Februari 2026.

Salah satu kenaikan paling mencolok terjadi di Vietnam. Mengutip AFP, Rabu (25/3/2026), harga solar di negara tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat atau sekitar 105% sejak 26 Februari 2026. Kementerian Perdagangan Vietnam mencatat harga solar kini mencapai 39.660 dong per liter atau sekitar Rp25.351 per liter, naik dari 19.270 dong pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, harga bensin RON 95 di Vietnam juga mengalami lonjakan hampir 68%, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter dalam periode yang sama.

Kenaikan tajam juga terlihat di Singapura. Berdasarkan data per 20 Maret 2026, harga BBM di SPBU bahkan mendekati Rp55.000 per liter. Di SPBU Caltex, misalnya, harga bensin RON 98 (Platinum 98) mencapai sekitar Rp54.986 per liter sebelum diskon, dan sekitar Rp52.237 per liter setelah diskon.

Untuk jenis lain, bensin RON 92 dijual sekitar Rp45.337 per liter, RON 95 sekitar Rp45.866 per liter, sedangkan diesel berkisar Rp46.844 hingga Rp49.303 per liter.

Harga BBM di Indonesia Ikut Naik

Di Indonesia, sejumlah badan usaha seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy juga menaikkan harga BBM per Maret 2026.

Sebagai contoh:

Sementara BBM subsidi tetap:

Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN (per 23/3/2026)

Berikut daftar rata-rata harga BBM di beberapa negara Asia Tenggara (bensin):

Kenaikan harga BBM ini menunjukkan dampak nyata konflik global terhadap sektor energi, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Negara dengan ketergantungan impor tinggi seperti Singapura menjadi yang paling terdampak, dengan harga BBM tertinggi di kawasan.

Penulis: Putri Septina

Exit mobile version