Harga Jual Gabah Anjlok, Bupati Blora Arief Rohman: E-Warung Harus Stok Beras dari Petani Lokal

  • Bagikan
Bupati Blora Arief Rohman (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO
Bupati Blora Arief Rohman (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO

BLORA, Lingkar.coBupati Blora Arief Rohman akan mewajibkan setiap E-Warung sebagai penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengambil beras dari petani lokal Blora, Jawa Tengah. Menyusul, permasalahan harga jual gabah para petani di Kabupaten Blora anjlok.

Arief Rohman mengatakan, kebijakan tersebut dengan harapan bisa mendongkrak rendahnya harga gabah dari petani. Saat ini harga jual perkilogramnya mengalami penurunan sekitar 22% dari tahun sebelumnya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Yang untuk BPNT harus menyerap gabah petani lokal Blora. Selama ini kan E-Warung ambil dari supplier. Supplier ini kan kami belum tahu, apakah dia ambil dari petani Blora atau bukan,” ujar Arief di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (9/3).

Arief menegaskan bahwa ke depan, apabila ada E-Warung yang ketahuan tidak memasok beras untuk BPNT bukan dari petani lokal Blora, maka akan mendapat sanksi. Hanya saja, pihaknya juga masih akan membahas dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blora.

“Ketentuan ke depan, sekali lagi saya tegaskan untuk E-Warung harus ambil dari lokal Blora, biar dari masing-masing kecamatan. Pokoknya kalau ketahuan ada E-Warung yang tidak ambil beras dari petani lokal, akan kami jatuhi sanksi,” imbuh dia.

Arief menambahkan, selain itu, pihaknya juga akan koordinasi perihal masalah menurunnya harga gabah dengan Bulog untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.

“Termasuk dengan Bulog, akan kami rapatkan soal bagaimana upaya penyerapan gabah, supaya gabah hasil petani lokal Blora, terutama yang basah bisa terdistribusi dengan baik ,” ujar dia.

Sebelumnya, memasuki masa panen, harga jual gabah basah di Kabupaten Blora justru mengalami penurunan. Dari yang awalnya Rp4.500,00 menjadi Rp3.500,00. Hal tersebut tentu memicu keprihatinan dari berbagai pihak termasuk jajaran pemerintah Kabupaten Blora

“Ya tentu kita prihatin, saat musim panen begini, harga jual gabah malah anjlok. Spalagi kalau kita tahu betapa susahnya para petani mendapat pupuk untuk perawaran tanaman mereka,” ucap Arief Rohman.(oru/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.