Site icon Lingkar.co

Harmoni Pembaris Bekali Pelatih Paskibra Semarang Strategi Time Management Lewat Jeda Juara

Founder Harmoni Pembaris, Teguh Dwi Setiaji paparkan pelatihan bertajuk "Jeda Juara: Stop Panic, Start Planning! Bongkar Strategi Time Management Ala Pemenang” di Heritage Cafe and Space Kota Semarang. (dok Alan Henry)

Founder Harmoni Pembaris, Teguh Dwi Setiaji paparkan pelatihan bertajuk "Jeda Juara: Stop Panic, Start Planning! Bongkar Strategi Time Management Ala Pemenang” di Heritage Cafe and Space Kota Semarang. (dok Alan Henry)

Lingkar.co — Komunitas Harmoni Pembaris menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Jeda Juara: Stop Panic, Start Planning! Bongkar Strategi Time Management Ala Pemenang” di Heritage Cafe and Space Kota Semarang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi para pelatih paskibra melalui materi soft skill yang berdampak.

Founder Harmoni Pembaris, Teguh Dwi Setiaji, menjelaskan bahwa Jeda Juara merupakan program yang diinisiasi untuk mendukung perkembangan pelatih baris-berbaris, khususnya di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Program ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman bagi para pelatih.

“Jeda Juara ini adalah kegiatan yang diinisiasi Harmoni Pembaris sebagai wadah pengembangan pelatih-pelatih Paskibra. Harapannya mereka bisa terus berkembang, tidak hanya dari sisi teknis baris-berbaris tetapi juga soft skill,” ujar Aji sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, Harmoni Pembaris sendiri merupakan manajemen promotor kegiatan baris-berbaris yang aktif menggelar pelatihan PBB, TUB, hingga kompetisi baris-berbaris tingkat kota, provinsi, bahkan nasional yang sementara ini banyak diselenggarakan di Semarang.

Menurut Aji, kegiatan Jeda Juara dirancang menjadi program rutin yang akan digelar setiap dua hingga tiga bulan sekali. Pesertanya ditargetkan berasal dari pelatih-pelatih muda yang aktif membina siswa di berbagai sekolah.

“Ke depan kegiatan ini akan kami adakan secara berkala setiap dua sampai tiga bulan sekali. Kami ingin pelatih-pelatih muda di Semarang dan Jawa Tengah punya ruang untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri,” jelasnya.

Materi pertama dalam program ini mengangkat tema manajemen kepelatihan, khususnya bagaimana pelatih mampu mengatur strategi latihan secara efektif, mulai dari aspek fisik, materi teori, hingga variasi gerakan dalam baris-berbaris.

Kegiatan perdana ini diikuti sekitar 20 pelatih yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pelatih tingkat SD, SMP, hingga SMA yang aktif melatih di Kota Semarang. Aji menilai antusiasme peserta cukup baik dan diharapkan pada pertemuan berikutnya jumlah peserta dapat semakin bertambah. ***

Exit mobile version