Wisata  

Ini Harga Tiket Semarang Zoo Terbaru Setelah Libur Lebaran 2023

Lingkar.co – Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin mengungkapkan, harga tiket terbaru Taman Satwa Kota Semarang tidak berubah setelah masa libur lebaran 2023.

Yakni Rp20.000 pada hari biasa, dan Rp30.000 untuk akhir pekan (Sabtu dan Minggu) dan momen hari libur.

“Harga tiket Semarang Zoo masih sama, tidak ada kenaikan harga tiket,” kata Awaludin di ruang kerjanya, Sabtu (6/5/2023).

Kendati demikian, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung atas adanya perbaikan yang ada di kebun binatang yang terletak di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf, jika pengunjung merasa kurang nyaman karena kondisi saat ini masih dalam proses perbaikan,” tuturnya.

Menurutnya, perbaikan yang ada sengaja dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat masih bisa berkunjung, dan pihaknya juga tetap bisa melaksanakan perbaikan sesuai konsep yang dicanangkan.

Png-20230831-120408-0000

“Ini sekaligus biar masyarakat juga tahu bahwa Semarang Zoo berusaha untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang ada,” ujarnya.

Antrean tiket Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Perawatan Satwa

Dokter hewan penanggung jawab kesehatan di Semarang Zoo, Hendrik Tri Setiawan menerangkan, aktivitas preventif rutin dalam menjaga kesehatan satwa. Antara lain dengan pemberian multivitamin dan menjaga kebersihan serta disinfeksi kandang.

“Perawatan satwa, dilakukan kegiatan preventif seperti desinveksi kandang, pemberian multivitamin dan pemberian papan larangan pemberian makanan dan minuman terhadap satwa,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jadwal pembersihan kandang dilakukan setiap hari, sedangkan penyemprotan disinfektan pada menjelang lonjakan dan setelah lonjakan pengunjung, yakni sebelum akhir pekan dan setelah akhir pekan.

“Kandang dibersihkan setiap hari, dan minimal dua kali dalam seminggu disemprot disinfektan. Ini biasanya dilakukan setiap hari Jumat dan Senin. Sedangkan multivitamin kita berikan seminggu sekali,” paparnya.

Selain itu, tim dokter juga melakukan pencegahan dari kemungkinan adanya penyakit menular seperti rabies, penyakit mulut dan kuku (PMK), dan Lumpy Skin Disease (LSD), yakni penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Umumnya, virus tersebut menyerang sapi dan kerbau.

“Juga ada vaksinasi rabies pada primata dan harimau serta vaksinasi PMK dan LSD pada satwa kuku belah seperti kerbau bule, sapi bali dan unta yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang,” terangnya.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan standart dalam menjaga satwa maupun pengunjung dari kemungkinan adanya zoonosis.

Ia jelaskan, zoonosis merupakan penyakit yang menular dari manusia ke hewan, atau sebaliknya, melalui bakteri atau virus. Zoonosis, paling mudah terjadi pada hewan primata. Meski begitu, aves dan hewan lain juga mempunyai potensi menyebarkan virus pada manusia.

“Nah, pengunjung yang punya hewan piaraan atau ternak juga perlu memperhatikan cara merawat hewan di rumah, jaga kebersihan kandang dan perhatikan nutrisi satwa agar terhindar dari adanya penularan virus atau bakteri,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *