Lingkar.co – Jumlah hewan kurban pada hari raya iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Masjid Darul Ulum yang terletak di Jl Pamularsih Barat II RT 02 RW 09 Kelurahan Bojongsalaman Semarang Barat ini bertambah.
Tahun ini Masjid Darul Ulum menyembelih 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang mendapat 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Hal ini tak lepas dari keberhasilan menjaga amanah para pemberi hewan kurban.
Ketua panitia ibadah kurban, Suyono menuturkan, kegiatan telah direncanakan satu bulan. Namun secara teknis telah ditetapkan sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal ini, menurut dia, membuat jamaah yakin panitia tetap menjaga amanah dengan baik.
“Kegiatan ini sifatnya gotong royong, SOP sudah dievaluasi seperlunya tiap tahun dan yang dilaksanakan hari ini yang kita anggap terbaik dan efisien,” ujarnya disela pembagian daging kurban, Rabu (27/5/2026)
Ia melanjutkan, setiap 1 ekor sapi merupakan hasil patungan (iuran) dari 7 orang. Hal ini semakin mudah untuk mencari rombongan lantaran suasana guyup yang sudah terbangun lama.
“Dari tahun ke tahun terus meningkat, kemudian diwacanakan untuk patungan sapi karena daging kurban lebih banyak, pembagian biar bisa lebih menjangkau, lebih luas,” ujarnya.
Meski demikian, lanjutnya, mulanya tidak mudah untuk mencari rombongan. Namun seiring dengan perbaikan dan efisiensi pada pelaksanaan kurban, jemaah lebih mudah diajak ikut rombongan kurban sapi.
Terkait pembagian, ia menyebut kepala sapi langsung dikuliti dan dicacah. Sehingga hanya menyisakan kaki, dan tulang.
“Semua menerima dalam bentuk daging, sedang kaki, kulit, dan tulang disepakati siapa dari jamaah yang memasak,” ungkapnya.
Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, menambahkan, warga RW 09 sudah terbiasa dengan pola gotong royong, baik dalam konteks kegiatan jemaah masjid maupun dalam kegiatan kemasyarakatan. Selain itu, jamaah juga meluas ke wilayah Puspanjolo Selatan atau Mbapi.
“Karena sudah terbiasa dengan gotong royong. Jadi kalau sudah ada SOP tinggal menata person-person dalam kepanitiaan,” ucapnya.
Menurut dia, menjaga amanah dalam kegiatan di masjid menjadi faktor penting meningkatnya perolehan hewan kurban saat sejumlah kebutuhan pokok naik ini.
“Yang patut kita syukuri adalah bertambahnya warga yang ikut ke Masjid Darul Ulum, baik dalam kegiatan kurban, pengajian maupun jamaah salat,” imbuhnya.
Dirinya berharap, para remaja masjid bisa meneruskan estafet kepemimpinan di masa mendatang. “Nah, yang masih jadi pekerjaan rumah kita itu bagaimana pola kaderisasi dari remaja masjid ke takmir,” pungkasnya. (*)