Lingkar.co – Kesadaran masyarakat muslim untuk berkurban di Kabupaten Kendal terus meningkat. Di Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Masjid Besar At Taqwa tahun ini menyembelih 22 ekor sapi dan 15 ekor kambing pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Jumlah hewan kurban tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya dan menjadi bukti meningkatnya kepedulian sosial serta ketakwaan masyarakat terhadap Allah SWT.
Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Besar At Taqwa berlangsung meriah dan penuh semangat gotong royong. Warga bersama panitia tampak bahu membahu dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.
Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat di empat dusun dan 16 RT yang berada di Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Ketua Takmir Masjid Besar At Taqwa, Ahmad Royani mengatakan jumlah hewan qurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah qurban.
“Ini menjadi bentuk ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT sekaligus kepedulian sosial terhadap sesama warga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban, Ahmad Romdoni menyebut mayoritas warga Desa Rowosari bekerja sebagai petani dan nelayan. Namun demikian, antusiasme warga untuk berqurban terus meningkat setiap tahunnya.
Menurutnya, meningkatnya jumlah hewan qurban menjadi indikator kondisi perekonomian warga yang semakin baik, baik secara finansial maupun keagamaan.
“Harapannya perekonomian warga semakin meningkat dan semangat berbagi kepada sesama terus terjaga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan pihaknya menerjunkan dokter hewan untuk memantau kondisi hewan kurban di sejumlah lokasi penyembelihan.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan kurban terbebas dari penyakit seperti cacing hati maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Hingga pukul 11 siang belum ditemukan hewan kurban yang terindikasi penyakit berbahaya. Namun apabila ditemukan hati sapi yang kurang sehat, sebaiknya dimusnahkan atau dikubur dan tidak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Warga berharap semangat berkurban dan gotong royong di Desa Rowosari terus meningkat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial. (*)












