Jika Solusi Terakhir Buntu, Ancam Buang Sampah ke Kantor Desa dan Kecamatan

  • Bagikan
MEMPRIHATINKAN: Kondisi sampah menumpuk di pinggir jalan Dukuh Jombor, Desa Cabean, Kecamatan/Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (ADITIA ARDIAN/ LINGKAR.CO)
MEMPRIHATINKAN: Kondisi sampah menumpuk di pinggir jalan Dukuh Jombor, Desa Cabean, Kecamatan/Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (ADITIA ARDIAN/ LINGKAR.CO)

DEMAK, Lingkar.co – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Cabean yang berada di Dukuh Jombor, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak tidak mendapat perhatian serius. Akibatnya, tumpukan sampah menggunung serta memanjang yang mengganggu warga setempat.

Warga mengaku terganggu dengan bau menyengat sampah tersebut. Apalagi sampah sering bertebaran ke sungai, permukiman, dan jalanan jika terkena angin.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Ketua RT 01/RW 06 Dukuh Jombor, Desa Cabean, Kristiyanto mengatakan, sudah dua tahun kondisi TPS tersebut memprihatinkan. Bahkan, tumpukan sampah itu pernah menutupi sebagian jalan desa.

“Soal sampah ini sudah saya soroti terus, tapi belum ada penanganan dari pihak desa ataupun lembaga lainnya. Pernah juga sampah ini menutupi separuh jalan. Akhirnya saya bersama beberapa warga mengupayakan untuk menyingkirkan sampah itu,” katanya, Minggu (7/3/2021).

Karena TPS tersebut berada di Dukuh yang dia pimpin, Kristiyanto merasa memiliki tanggung jawab lebih. Menurutnya, selama belum ada penanganan dari pihak terkait hanya andalkan kesadaran warga yang bisa.

Meski demikian, dia mengakui jika masih ada warga yang kurang memiliki kesadaran untuk menjaga TPS. Meskipun TPS untuk warga Desa Cabean, tapi karena terbuka dan menumpuk di pinggir jalan, orang-orang yang lewatpun ikut membuang sampah.

“Saya sudah mengajukan ke desa agar tutup TPS ini supaya sampah tidak keluar ke mana-mana. Terus katanya nanti setelah lelangan tanggal 17 Maret mendatang mau dibangun,” ungkap Kristiyanto.

Dia mengaku, jika masih belum ada tindakan setelah acara lelang nanti, dia akan langsung menghadap ke camat dan meminta solusi. Jika masih tidak kunjung menemukan solusi, dia mengaku akan mengirim sampah tersebut ke kantor desa dan camat.

“Setelah lelangan ini langkah terakhir, kalau tidak bisa kita ke camat. Tapi kalau ternyata masih belum ada penanganan serius, saya akan membuang sampahnya ke balai desa dan kantor kecamatan,” ujarnya.(dit/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.