Lingkar.co – Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Pati menggelar kegiatan buka puasa bersama di Omah Kuno Pati, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar kader dalam pengabdian kepada masyarakat.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan anggota KAHMI serta HIPKA Pati. Hadir juga sejumlah kader HMI Pati.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai peran organisasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.
Koordinator Presidium KAHMI Pati Bogie Sulistianto berharap momentum kebersamaan ini semakin memperkuat soliditas antar alumni HMI di Kabupaten Pati.
Ia juga menaruh harapan besar agar kaderisasi HMI di daerah terus berkembang, khususnya melalui pembentukan komisariat di berbagai perguruan tinggi yang ada di Pati.
“Kami berharap KAHMI Pati semakin solid dan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para alumni. Selain itu, kami juga mendorong agar HMI di Pati segera memiliki komisariat-komisariat di kampus, sehingga proses kaderisasi bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan komisariat HMI di kampus sangat penting untuk melahirkan kader-kader baru yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPD HIPKA Pati, Nistra Yohan, menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan kolaborasi antar kader. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga memperkokoh komitmen bersama dalam berkontribusi bagi umat dan bangsa.
“Pertemuan ini bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga untuk memperkuat silaturahmi, mempererat ukhuwah, dan memperkokoh komitmen pengabdian kita kepada umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAHMI dan HIPKA memiliki peran strategis yang saling melengkapi. KAHMI dikenal memiliki tradisi pemikiran dan kepemimpinan, sementara HIPKA menjadi kekuatan dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan kader.
“KAHMI adalah kekuatan pemikiran, sedangkan HIPKA adalah kekuatan ekonomi. Ketika dua kekuatan ini berjalan bersama, yang lahir bukan sekadar organisasi, tetapi energi perubahan bagi masyarakat dan bangsa,” kata Nistra.
Menurutnya, di tengah perubahan global yang cepat, mulai dari konflik geopolitik hingga persaingan ekonomi, bangsa membutuhkan figur-figur yang mampu bersatu, berintegritas, dan siap bekerja bersama.
“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar dan sumber daya. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang bersatu, berintegritas, dan mau bekerja bersama untuk masa depan bangsa,” tegasnya. (*)
