Site icon Lingkar.co

Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, Wihaji Tekankan Peran Lingkungan Sekitar

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar dalam merespons kasus siswa sekolah dasar yang meninggal dunia akibat bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Wihaji saat ditemui usai kegiatan konsolidasi bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Cilegon, Banten, Kamis (5/2/2026). Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya tetangga terdekat, tidak abai terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali. Kita harus lebih peduli dan memperhatikan tetangga-tetangga kita,” ujarnya.

Wihaji juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia meminta Tim Pendamping Keluarga untuk terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kesehatan mental, terutama di lingkungan keluarga.

Menurutnya, apabila terdapat tanda-tanda masalah dalam keluarga, TPK diharapkan dapat segera melaporkan kepada pihak terkait. Meski tidak semua kondisi bisa diawasi secara langsung, ia menilai kepedulian sosial merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.

“Kesehatan mental adalah bagian dari ketahanan keluarga yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Wihaji.

Ia menegaskan bahwa kesehatan mental termasuk dalam delapan fungsi keluarga yang harus mendapat perhatian serius, mulai dari lingkup keluarga, lingkungan sekitar, hingga pemerintah pusat. Ke depan, Kemendukbangga akan terus mendorong edukasi delapan fungsi keluarga kepada masyarakat.

Delapan fungsi keluarga tersebut meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Kasus siswa kelas IV SD di Ngada yang meninggal dunia tersebut menjadi sorotan publik setelah beredar surat perpisahan yang ditulis korban untuk orang tuanya. Peristiwa itu diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan pihaknya telah mengirim tim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Pendampingan dilakukan di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, sejak Rabu (4/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026).

Penulis: Putri Septina

Exit mobile version