Site icon Lingkar.co

Kasus Campak di Pati Capai 6 Orang, Dinkes Imbau Imunisasi dan PHBS

Ilustrasi - Campak. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat enam kasus campak sejak Januari hingga awal Maret 2026. Kasus tersebut tersebar di Kecamatan Tayu sebanyak empat kasus, serta masing-masing satu kasus di Tambakromo dan Sukolilo.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengatakan campak rentan menyerang masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi, baik anak-anak maupun orang dewasa.

“Ada beberapa kasus di Pati saat ini memang sudah ada yang positif dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Totalnya ada enam kasus, empat dari Tayu, satu dari Tambakromo, dan satu dari Sukolilo,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, campak disebabkan oleh virus dan mudah menyerang saat daya tahan tubuh menurun. Minimnya cakupan imunisasi juga menjadi salah satu pemicu munculnya kasus.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi dampak pandemi Covid-19, di mana banyak kegiatan Posyandu sempat terhenti sehingga imunisasi tidak berjalan optimal.

“Selama pandemi banyak Posyandu tidak dilaksanakan karena fokus ke penanganan Covid, sehingga ada yang belum terimunisasi,” jelasnya.

Salis memaparkan, gejala awal campak ditandai dengan demam dan munculnya ruam pada tubuh. Bintik biasanya muncul di belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami diare dan mata memerah.

Dinkes Pati mengimbau masyarakat segera melakukan isolasi jika muncul gejala campak, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Jika muncul ruam, kami imbau untuk melakukan isolasi,” tegasnya.

Ia menekankan, imunisasi menjadi langkah utama pencegahan campak. Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, serta menghindari kerumunan.

“Pencegahan yang penting imunisasi. Selain itu, terapkan hidup bersih dan sehat, kurangi kontak dengan orang banyak, dan gunakan masker saat sakit,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version