Site icon Lingkar.co

Kemenag Bireuen Siapkan 17 Masjid Ramah Pemudik. Ini Lokasinya

Kemenag Bireuen Siapkan 17 Masjid Ramah Pemudik. Ini Lokasinya

Kemenag Bireuen Siapkan 17 Masjid Ramah Pemudik. Ini Lokasinya. Foto: istimewa

Lingkar.co – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menyiapkan 17 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan dan jalur lintas Bireuen–Takengon selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 M.

Masjid tersebut meliputi Masjid Al-Munawarah dan Masjid Baital Makmur Al-Amin di Kecamatan Samalanga; Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Simpang Mamplam; Masjid Baitul Kiram di Kecamatan Pandrah; Masjid Al-Mukarramah dan Masjid Imum Syafi’i di Kecamatan Jeunib; Masjid Teungku Meuruhom Muda di Kecamatan Peudada; Masjid Ridha di Kecamatan Jeumpa; serta Masjid Sultan Jeumpa di jalur lintas Bireuen–Takengon.

Selain itu, Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Amin di Kecamatan Kota Juang; Masjid Baitul Huda dan Masjid Baitul Izzah di Kecamatan Peusangan; Masjid Al-Istiqamah dan Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Kutablang; serta Masjid Taqwa dan Masjid Al-Munawwarah di Kecamatan Gandapura.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli, mengatakan penyediaan masjid tersebut menjadi bagian dari layanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bireuen.

“Bireuen berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang setiap tahunnya menjadi lintasan utama arus mudik di Aceh. Karena itu, kami menyiapkan sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, menunaikan shalat, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya, Minggu, (15/3/2026).

Zulkifli menjelaskan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat.

“Keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan dapat membantu para musafir yang melintasi Bireuen agar dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan mudik,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version