Kerumunan dan Bentrokan Warnai Pilkades Serentak di Pati saat Pandemi

Puluhan warga berkerumun saat proses penghitungan suara di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati Sabtu (10/4/2021).(DOK ISTIMEWA/LINGKAR)
Puluhan warga berkerumun saat proses penghitungan suara di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati Sabtu (10/4/2021).(DOK ISTIMEWA/LINGKAR)

PATI, Lingkar.co– Pemilihan Kepala Desa (Pilkada) serentak tahun 2021 gelombang I di Kabupaten Pati, Jawa Tengah usai terlaksana pada Sabtu (10/4/2021). Sayangnya, pelaksanaan pilkades memunculkan kerumunan dan bentrokan antarwarga.

Padahal, belum genap sepekan, Bupati Pati Haryanto menandatangani Surat Edaran (SE) 440/1794 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pati pada 6 April 2021.

Dari pengamatan Lingkar.co, panitia pelaksana pemilihan kepala desa sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seperti adanya fasilitas cuci tangan, pengaturan jarak bagi warga yang akan menggunakan hak pilih hingga memakai masker.

Baca Juga:
Kapolda Jateng : Tidak Ada Keraguan untuk Bubarkan Kerumunan pada Perayaan Pergantian Tahun

Penerapan prokes sudah terlaksana dengan cukup baik di tempat pemilihan yang sudah disediakan oleh panitia. Sayangnya, saat pelaksanaan penghitungan suara memunculkan kerumunan yang meningkatkan potensi penyebaran virus corona.

Seperti yang terlihat di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati. Puluhan warga terlihat berkerumun di luar lingkungan tempat warga menggunakan hak pilihnya. Parahnya ada beberapa warga yang nekat berkerumun tanpa mengenakan masker. Mereka penasaran dengan proses penghitungan suara oleh panitia penyelenggara Pilkades.

Dalam pilkades dengan empat calon di desa tersebut berlangsung cukup aman. Tidak ada ketegangan antarwarga. Hasilnya, calon nomor urut nomor satu  Yuyong berhasil terpilih sebagai kepala desa dengan menadapatkan 2716 suara.

Png-20230831-120408-0000

Baca Juga:
Foto Bupati Haryanto Tak Bermasker saat Hadiri Pernikahan Viral, Begini Tanggapannya

Tak hanya itu, kerumunan yang cukup parah juga terjadi di Desa Ngepungrejo, Kecamatan Pati. Petugas kewalahan mengatur warga yang penasaran dengan proses penghitungan suara.

Sebelumnya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa Bambang Susilo sudah meminta kepada pemerintah Kabupaten Pati untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Mengingat saat ini masih berlangsung pandemi.

“Untuk menekan potensi penyebaran covid-19, kami meminta Pemkab Pati dan panitia desa agar mengantisipasi kerumunan yang terjadi. Harapannya pelaksanaan pilkades serentak bisa berjalan dengan lanjar seiring dengan usaha pemerintah dalam pencegahan dan penyebaran covid-19,” katanya kepada Lingkar.co belum lama ini.

Kapolres dan Ndandim Turun ke Lapangan Pantau Kondisi

Tangkapan layar bentrokan antarwarga saat pilkades di Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo.(ISTIMEWA/LINGKAR)

Sementara itu, antarpendukung calon terlibat bentrokan di Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo usai penghitungan suara. Bahkan, video tersebut sempat viral di media sosial (medsos). Menurut pihak kepolisian, bentrokan berlangsung singkat karena petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan situasi. Beberapa warga juga diamankan.

Kemudian, dari informasi yang terhimpun, bentrokan antarwarga juga terjadi di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu. Bahkan, Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat dan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi. Dalam waktu singkat, petugas bisa mengamankan kedua belah pihak pendukung yang terlibat bentrok.(dim/lut)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *