Lingkar.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Bupati Pati Sudewo (SDW) sebagai tersangka. Kali ini, ia diduga terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Kepastian status hukum Sudewo disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. “Iya, iya,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2027).
Pernyataan tersebut menjawab perkembangan pemeriksaan Sudewo, yang sebelumnya diketahui pernah diperiksa dalam perkara korupsi proyek DJKA Kemenhub. Nama Sudewo sendiri sempat mencuat dalam persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang pada 9 November 2023.
Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum KPK mengungkap adanya penyitaan uang dari rumah Sudewo senilai sekitar Rp3 miliar. Barang bukti yang diperlihatkan berupa foto uang tunai pecahan rupiah dan mata uang asing.
Namun, Sudewo membantah tudingan tersebut. Ia juga menyangkal menerima uang Rp720 juta dari pegawai PT Istana Putra Agung, serta Rp500 juta dari Bernard Hasibuan yang diserahkan melalui stafnya, Nur Widayat.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub. Saat ini, instansi tersebut telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.
Dalam pengembangannya, KPK telah menetapkan total 20 tersangka hingga 15 Desember 2025, serta dua korporasi sebagai tersangka. Sebelumnya, 10 orang tersangka langsung ditahan pada tahap awal penyidikan.
Perkara ini mencakup sejumlah proyek strategis pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api, di antaranya jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, proyek jalur kereta api Makassar, proyek konstruksi dan supervisi jalur Lampegan Cianjur, hingga perbaikan perlintasan sebidang Jawa–Sumatera.
KPK menduga telah terjadi pengaturan pemenang tender melalui rekayasa sejak tahap administrasi hingga penetapan pemenang proyek. Praktik tersebut diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk memenangkan pelaksana proyek tertentu. (Ant)
