Masih Ada Permasalahan Kelompok Rentan

masih-ada-kermasalahan-kelompok-rentan
DIPAPARKAN: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati sedang memberikan penjelasan terkait permasalahan kelompok rentan di Blora, kemarin. (DOK. HUMAS FOR LINGKAR JATENG)

BLORA, Lingkar.co – Sejumlah permasalah kelompok rentan (KEREN) masih terjadi di Kabupaten. KEREN sendiri merupakan kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi bencana masih ada

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menyampaikan, masih hadapi masalah yakni masih adanya kasus kematian bayi. Serta masih kurangnya akses terhadap disabilitas dalam pelayanan publik. Masih adanya lansia yang belum mendapat pelayanan publik

“Mereka terdiri orang-orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, perempuan hamil dan orang dengan disabilitas. Di tahun 2020 masih ada kasus kematian ibu,” ungkapnya dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) KEREN di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (2/3).

Yuli melanjutkan, kasus anak putus sekolah juga masih terjadi. Di tahun 2020 sebanyak 0,04 persen anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus putus sekolah. Selain itu, di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 0,9 persen.

 “Selain itu masih rendahnya kaum perempuan dalam peningkatan ekonomi. Itu karena beberapa perempuan, karena naluri seorang ibu, justru rela tidak dibayar ketika melakukan pekerjaan, dan yang tidak kalah penting adalah masih adanya balita stunting,” ungkap ia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah menyampaikan, peran perempuan sangat strategis dalam pembangunan. Ia juga mengapresiasi Musrenbang kelompok rentan (KEREN) yang baru pertama kali dalam pelaksanaannya.

 “Jangan remehkan perempuan. Perempuan bisa menjadi aktor strategis di dalam pembangunan. Tidak hanya membangun desa-desa, tetapi juga pembangunan di Kabupaten Blora yang dapat mengubah Kabupaten Blora menjadi unggul dan berdaya saing,” jelasnya. (hms/dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.