Menparekraf Pastikan Desa Wisata Sangiran Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

  • Bagikan
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, saat memngunjungi Desa Desa Wisata Sangiran, di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jateng, Sabtu (9/10/2021). FOTO: Biro Komunikasi Kemenparekraf/Lingkar.co
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, saat memngunjungi Desa Desa Wisata Sangiran, di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jateng, Sabtu (9/10/2021). FOTO: Biro Komunikasi Kemenparekraf/Lingkar.co

SRAGEN, Lingkar.co – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan Desa Wisata Sangiran di Jateng, akan terus dibuka untuk wisatawan, tapi ada syaratnya.

Dia mengatakan, syaratnya adalah pelaku pariwisata harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga dapat mengendalikan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut Sandiaga sampaikan saat menyambangi Desa Wisata Sangiran, di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jateng, Sabtu (9/10/2021).

Kunjungan Sandiaga ke desa tersebut, dalam rangka melanjutkan visitasi ke 50 Desa Wisata dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Desa Krikilan adalah daerah cagar budaya Sangiran, dan telah ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO pada 1996.

Dalam kunjungannya, Sandiaga melihat langsung potensi wisata serta meninjau penerapan protokol kesehatan pada Desa Wisata Sangiran tersebut.

Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Barekraf) itu, juga menyempatkan berdialog dengan pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Parni, penjual makanan.

Parni bercerita bahwa pandemi memberikan dampak yang besar terhadap usaha yang ia geluti. Hal itu karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang.

Kepada Sandiaga, Ia mengaku terpaksa menjual 2 dua ekor sapi miliknya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Selama pandemi yang mengharuskan museum tutup, sementara penghasilan saya dari berjualan di tempat wisata,” ucapnya.

“Saya berharap tempat wisata di sini bisa buka kembali,” ujarnya lagi.

Mendengar hal tersebut, Sandiaga langsung menjelaskan bahwa pembukaan Desa Wisata Sangiran akan terus berlangsung.

“Jika para pelaku pariwisata dan ekraf bisa menjaga protokol kesehatan ketat, dan kasus Covid-19 terkendali,” kata Sandiaga.

Ia pun kembali memastikan, bahwa selama protokol kesehatan terjaga, kasus Covid-19 terkendali, vaksinasi meningkat, Desa Wisata Sangiran tetap dibuka.

“Insya Allah desa wisata ini akan terus dibuka. Aamiin,” kata Sandiaga, usai berkonsultasi dengan Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Sandiaga juga sempat membelikan etalase sebagai modal dan kesiapan menyambut wisatawan saat pembukaan kembali Desa Wisata Sangiran.

INGATKAN WARGA TETAP PATUH PROKES

Sementara itu. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, berterima kasih atas dukungan Menparekraf Sandiaga, dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif pada wilayahnya.

“Ini tandanya Sragen walaupun potensi alamnya tidak begitu menghasilkan seperti pegunungan dan pantai, ternyata kalau kita bisa menggali kelebihan dan kekayaan kita sendiri ternyata kita mampu,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan potensi yang ada.

“Ayo jaga kelestariannya, kebersihannya,” ajak Bupati Sragen.

Ia juga mengingatkan bahwa pandemi masih ada, meski Sragen telah level 2 PPKM. Karenanya, Bupati Kusdinar, meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan

“Saya minta bapak ibu, semua warga Sragen tetap patuhi protokol kesehatan,” pesannya.*

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!