Site icon Lingkar.co

Pemkab Cirebon Ajak Sinergi Semua Pihak Cari Solusi Penanganan Banjir di Kecamatan Mundu

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (baju coklat) bersama jajaran Forkopimda dan BBWS saat meninjau di lokasi banjir. Foto: dokumentasi

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (baju coklat) bersama jajaran Forkopimda dan BBWS saat meninjau di lokasi banjir. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melakukan pertemuan dengan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga para kuwu di wilayah Kecamatan Mundu.

Selain pertemuan, mereka juga melakukan peninjauan lapangan agar dapat mengevaluasi penyebab banjir serta perumusan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang agar banjir tidak terulang kembali.

Berdasarkan hasil pendataan awal, banjir berdampak pada sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu. Genangan air yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi,” ujar Jigus, sapaan akrabnya, Jum’at (9/1/2026).

Ia menyebut faktor kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta penyumbatan aliran air oleh sampah menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Menurutnya, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas sektor, karena permasalahan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir. Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.

Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memastikan adanya tanggung jawab dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, BBWS, dan pihak terkait lainnya,” kata Jigus.

Ke depan, Pemkab Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan sinergi semua pihak, pemerintah daerah berharap permasalahan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (*)

Exit mobile version