Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang merencanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Rembang bagian timur untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Bupati Rembang Harno mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Pembebasan lahan akan dilakukan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.
“Tahun ini saya akan membebaskan lahan. Lahannya sudah ada dan sudah deal harga, lokasinya di sebelah utara jalan,” ujar Harno.
Selain pembebasan lahan, Pemkab Rembang juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal perencanaan pembangunan. Harno menargetkan, pada akhir 2026 usulan pembangunan RSUD Rembang timur sudah dapat diajukan ke pemerintah pusat.
Ia memperkirakan anggaran pembangunan rumah sakit tersebut berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar, tergantung spesifikasi dan kapasitas layanan yang direncanakan.
Rencana ini disambut positif warga wilayah timur Rembang. Asrori, warga Kecamatan Sarang, menyebut keberadaan RSUD baru akan memudahkan akses layanan kesehatan.
“Selama ini kalau membutuhkan layanan rumah sakit harus ke Rembang kota atau Lasem. Jaraknya jauh, sekitar 45 kilometer. Biayanya juga besar, apalagi kalau tidak punya kendaraan,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Rembang baru memiliki satu rumah sakit daerah, yakni RSUD dr. R. Soetrasno di Kecamatan Rembang. Pembangunan RSUD di wilayah timur diharapkan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. (*)
