Pemkot Semarang Bantu 600 Relawan Pemulasaran Jenazah

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyerahkan bantuan kepada perwakilan relawan, di Kantor Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Sabtu (17/7/2021). FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyerahkan bantuan kepada perwakilan relawan, di Kantor Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Sabtu (17/7/2021). FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), menyalurkan bantuan berupa vitamin, obat-obatan dan paket sembako kepada 600 relawan pemulasaran jenazah.

Penyerahan bantuan tersebut pada Sabtu (17/7/2021) di Kantor Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang, mengungkapkan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemkot kepada relawan yang turut membantu penanganan Covid-19.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan cinta kami atas upaya dan kinerja oleh relawan. Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan relawan, yang secara ikhlas membantu penanganan Covid-19 di Kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Dimulai dari kecamatan Banyumanik, lanjut Ita, pihaknya akan mendistribusikan bantuan paket sembako dan vitamin ke 16 kecamatan di Kota Semarang.

Baca Juga:
Unggahan Ujaran tak Mengenakkan, Pemuda Kerjo Kena Batunya

Ia berharap melalui momen ini, terbangun sinergitas antara Pemkot Semarang dengan relawan dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Menurutnya, relawan pemulasaran jenazah juga merupakan salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Tugas kita dalam menangani pandemi Covid-19 belum usai. Karena angka sebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Karenanya pemerintah dan relawan harus kompak bekerja sama menangani pandemi ini,” ujarnya.

Selain bantuan kepada relawan pemulasaran jenazah, Ita juga memberikan bantuan konsumsi kepada warga Banyumanik yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kami akan berikan konsumsi makanan untuk warga yang isolasi mandiri di kecamatan Banyumanik melalui tiap-tiap kelurahan,” ujar Mbak Ita.

Selain itu, ada pula bantuan dari LPMK yang meminjamkan gedungnya dengan 6 lantai untuk karantina warga yang positif.

“Semuanya gotong royong bahu membahu menangani Covid-19. Termasuk inisiatif kecamatan Banyumanik pengadaan 60 bed untuk nantinya membuat tempat isolasi bagi warga di balai kelurahan setempat,” pungkas Mbak Ita.

KECAMATAN BANYUMANIK TERTINGGI COVID-19

Pada kesempatan yang sama, Camat Banyumanik, Maryono, mengatakan, Kecamatan Banyumanik masih menjadi kecamatan tertinggi kasus Covid-19,

Dia mengatakan, ada sebanyak 83 relawan pemulasaran jenazah yang terbagi pada sebelas kelurahan.

Melalui masing-masing kelurahan, lanjutnya, penyaluran bantuan konsumsi kepada warga isolasi mandiri ke masing-masing rumah.

“Banyak warga Banyumanik yang isolasi di Pusat Diklat, Rumdin bahkan Rumah Sakit, tak sedikit pula yang isolasi mandiri di Rumah. Sehingga dengan adanya bantuan konsumsi untuk warga yang isoman dan paket sembako untuk relawan kami sangat bersyukur sekali.” pungkasnya. **

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma
Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!