Site icon Lingkar.co

Pemkot Semarang Siapkan Strategi Jangka Panjang Usung KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat memberikan sambuatan dalam kegiatan Seminar Nasional Pengusulan Gelar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. (dok Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat memberikan sambuatan dalam kegiatan Seminar Nasional Pengusulan Gelar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. (dok Pemkot Semarang)

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan langkah pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Tidak hanya menuntaskan aspek akademik dan administratif, Pemkot juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menguatkan posisi KH Sholeh Darat sebagai tokoh penting dalam sejarah nasional.

Penguatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Nasional Pengusulan Gelar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional yang digelar di The Suri Ballroom Semarang, Kamis (29/1). Forum ini menjadi tahap akhir pengkajian sebelum berkas resmi diajukan ke pemerintah pusat untuk pengusulan tahun 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut, seminar nasional ini sebagai penutup rangkaian kajian yang telah disusun secara komprehensif. Seluruh dokumen pendukung dan narasi historis dinilai telah siap untuk diajukan.

“Ini seminar nasional terakhir. Dengan berbagai muatan kajian, mudah-mudahan bisa masuk dalam usulan Pahlawan Nasional 2026,” ujarnya.

Selain mendorong pengakuan di tingkat nasional, Pemkot Semarang juga menyiapkan langkah promosi kultural untuk memperkenalkan sosok KH Sholeh Darat kepada publik yang lebih luas. Salah satu momentum yang disiapkan adalah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang direncanakan berlangsung di Semarang pada September 2026.

Pemkot juga merancang pengembangan ekosistem wisata religi sebagai bagian dari strategi berkelanjutan. Penguatan Museum KH Sholeh Darat diarahkan menjadi pusat literasi, riset keislaman, sekaligus destinasi edukatif bagi peziarah dan peneliti dari berbagai daerah.
Dukungan terhadap pengusulan ini juga datang dari kalangan akademisi.

Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof. Helmy Purwanto, menilai KH Sholeh Darat memiliki kontribusi besar terhadap perjuangan bangsa melalui jalur pendidikan dan dakwah.
Ia menyebut pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional tidak hanya penting secara historis, tetapi juga strategis bagi penguatan identitas Kota Semarang.

Menurutnya, pengakuan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor wisata religi dan pengembangan UMKM lokal. ***

Exit mobile version