Lingkar.co – Puluhan kendaraan pemudik tampak menepi di kawasan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu dini hari, untuk melaksanakan sahur di tengah pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) pada arus mudik Lebaran 2026.
Kendaraan-kendaraan tersebut berhenti di lajur kanan yang telah dialihkan oleh kepolisian menuju arah Jawa Tengah. Salah satu pemudik asal Bogor, Dohri (50), terlihat ikut berhenti bersama keluarganya.
“Saya membawa keluarga, mudik mau ke Sampang, Madura,” kata Dohri saat ditemui di lokasi, Rabu (18/3/2026).
Dohri bersama keluarganya tampak duduk beralaskan seadanya di dekat pembatas jalan, tepat di samping kendaraan yang diparkir. Ia mengaku memilih berhenti untuk sahur di lokasi tersebut setelah melihat banyak pemudik lain melakukan hal serupa, ditambah kondisi rest area di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek yang sudah penuh.
Ia juga telah menyiapkan bekal makanan dari rumah untuk keluarganya yang berjumlah lebih dari lima orang. Selain untuk sahur, momen tersebut dimanfaatkan untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.
“Tadi lumayan padat arah Cipali. Kemungkinan saya sampai di Sampang pada Kamis (19/3/2026) atau malam takbiran,” katanya.
Sementara itu, pemudik lainnya, Nita (32) asal Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku ikut berhenti karena sudah berada di jalur kanan sejak diberlakukannya sistem contra flow, sehingga tidak memungkinkan untuk berpindah ke jalur kiri menuju rest area.
Nita mengatakan dirinya mudik bersama orang tua, suami, dan anaknya, dengan harapan perjalanan menuju Surabaya, Jawa Timur, tetap lancar karena berangkat lebih awal.
“Ya ini sekalian istirahat juga, tadi berangkat jam 11 malam, sudah lima jam lebih perjalanan. Mulai macet dari Bekasi,” kata Nita.
Hingga sekitar pukul 05.00 WIB, arus kendaraan di GT Cikampek Utama terpantau semakin meningkat. Antrean kendaraan didominasi di lajur kanan, seiring pemanfaatan jalur yang direkayasa untuk mendukung kelancaran sistem one way selama periode mudik.
Penulis: Putri Septina
