Site icon Lingkar.co

Penjual Kerupuk di Doropayung Rugi Total, Usaha Lumpuh Tiga Pekan Akibat Banjir

Penjual kerupuk di Desa Doropayung, Juwana, Pati merugi akibat banjir. Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Banjir yang melanda Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, selama tiga pekan terakhir melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Salah satunya dialami Masudah (52), penjual kerupuk yang kini kehilangan sumber penghasilan dan terpaksa bergantung pada bantuan.

Masudah mengaku tidak memiliki tabungan untuk bertahan setelah usahanya berhenti total. Kerupuk yang menjadi satu-satunya mata pencaharian keluarganya gagal diproduksi akibat cuaca ekstrem dan banjir.

“Kalau punya tabungan ada yang diandalkan, lha ini sudah gak punya sama sekali. Modal habis karena kerupuknya nggak jadi,” ungkapnya saat ditemui di posko pengungsian, kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum banjir datang, ia tetap berupaya memproduksi kerupuk meski curah hujan tinggi. Namun hasilnya tidak bisa diselamatkan.

“Waktu itu sudah jarang ada panas, dan kemudian langsung kebanjiran. Jadi kerupuknya belum sempat kering dan akhirnya busuk,” tuturnya.

Saat ini Masudah masih tinggal di posko pengungsian. Rumahnya sempat terendam banjir setinggi 1,5 meter dan kini surut menjadi sekitar 80 sentimeter.

“Kemarin sempat surut, tapi semalam naik lagi karena jujan deras. Pas banjir paling tinggi itu ya sampai seleher,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami Fatonah (63), warga setempat yang biasa berjualan makanan ringan untuk petani tambak. Usahanya tutup sejak banjir merendam permukiman dan area tambak ikan.

“Sejak banjir melanda sudah tak bisa berjualan. Otomatis tak punya penghasilan,” ucapnya.

Berbeda dengan Masudah, Fatonah masih memiliki simpanan, meski kini mulai menipis.

“Tidak ada pemasukan jadi mengandalkan tabungan. Tapi ini tabungan sudah sangat menipis,” lanjutnya.

Fatonah memilih bertahan di rumahnya yang masih terendam banjir, setelah sempat mengungsi ke rumah anaknya.

“Awalnya mengungsi ke rumah anak, tapi sudah beberapa hari ini tidur di rumah,” bebernya.

Banjir di Desa Doropayung berdampak pada sekitar 800 rumah dan 1.475 warga. Sebanyak 56 jiwa mengungsi di posko pengungsian desa, sementara sekitar 600 jiwa lainnya memilih mengungsi ke tempat lain karena rumah tidak dapat ditinggali. (*)

Exit mobile version