Site icon Lingkar.co

PLN Pastikan Pasokan Listrik Pati Aman Selama Natal dan Tahun Baru

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pati, Kahfi Fikar Akbar. Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik di Kabupaten Pati dalam kondisi aman dan andal selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pati, Kahfi Fikar Akbar, mengatakan, pihaknya telah menetapkan masa siaga kelistrikan sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Selama periode tersebut, sebanyak 46 personel teknisi disiagakan untuk menjaga keandalan jaringan listrik tanpa melakukan pemadaman.

“Pasokan kelistrikan kami aman, beban trafo kami di rata-rata 80 persen di gardu induk, masih ada space yang cukup memadai memberikan pasokan listrik di Kabupaten Pati. Terkait dengan Nataru, kesiapan personel kami siaga sesuai surat direksi kesiapsiagaan mulai 15 Desember 2025 sampai 15 Januari 2026,” terangnya.

Ia menegaskan, selama masa siaga Nataru, PLN berupaya tidak melakukan pemadaman listrik. Pemadaman hanya akan dilakukan dalam kondisi yang benar-benar mendesak dan harus mendapatkan izin dari PLN regional di Semarang.

“Masa siaga tersebut dalam pekerjaan pemadaman listrik ditiadakan. Hanya kondisi urgen saja yang dilakukan pemadaman, itu pun harus izin di regional di Semarang. PLN ULP Pati dan PLN ULP Juwana siap memberikan pelayanan terbaik untuk Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Selain kesiapan personel, peralatan kerja tim PLN juga dipastikan dalam kondisi siap pakai. PLN ULP Pati turut menjalin koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, dan Polri guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama periode Nataru.

“Kami sudah rakor dengan Bupati, sudah kami sampaikan kaitannya kelistrikan untuk wilayah Kabupaten Pati. Terkait keamanan wilayah kerja ada kantor dan gardu induk di Ngantru, kami sudah koordinasikan dengan stakeholder terkait, TNI dan Polri, ketika ada kondisi yang dibutuhkan,” urainya.

PLN juga melakukan inspeksi kelistrikan di gereja-gereja yang akan digunakan untuk pelaksanaan ibadah Natal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perayaan ibadah umat Kristiani dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Gereja-gereja besar yang akan digunakan untuk ibadah di Malam Natal dan di Hari H Natal juga sudah kami inspeksi dan dalam keadaan aman, serta pada saat ibadah akan kami standby kan personel kami di gereja yang digunakan ibadah. Kami cek kondisi instalasi dan pada saat hari H akan disiagakan rekan-rekan personel teknisi untuk stand by,” lanjutnya.

Pada momen pergantian tahun, katanya, kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati diprediksi menjadi pusat keramaian. PLN memastikan pasokan listrik di pusat kota tetap terjaga sehingga perayaan malam tahun baru 2026 dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Di sisi lain, PLN juga meningkatkan intensitas pemeliharaan jaringan listrik seiring masuknya musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.

“Terkait dengan cuaca, beberapa bulan yang lalu kami sudah melakukan pemeliharaan jaringan karena wilayah di Kabupaten Pati masih banyak pepohonan yang belum dipangkas sehingga berpotensi rawan mengganggu jaringan kelistrikan. Kami melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon yang InsyaAllah sampai hari ini masih berjalan,” ucap Kahfi.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi gangguan listrik akibat cuaca ekstrem, dengan tetap mengedepankan pelayanan tanpa pemadaman.

“Pekerjaan pembersihan pohon yang dekat jaringan memang berpotensi menyebabkan gangguan akan terus kami lakukan. Kaitannya cuaca ekstrem, antisipasi kami melakukan pemeliharaan dengan tidak perlu pemadaman,” jelasnya. (*)

Exit mobile version