Site icon Lingkar.co

Rasakan Hangatnya Kampung Halaman, Warga Banjar di Semarang Gelar Halalbihalal

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri Halalbihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (11/4/2026). Foto: Muso/Lingkar.co

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri Halalbihalal Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (11/4/2026). Foto: Muso/Lingkar.co

Lingkar.co, Kerinduan akan kampung halaman seolah terobati dalam Halal Bihalal 1447 H/2026 M yang digelar Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Bagi warga Banjar di perantauan, acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen penuh makna untuk merajut kembali rasa kebersamaan yang mungkin sempat terpisah jarak dan waktu.

Aroma soto Banjar yang khas, manisnya kue bingka, hingga kehangatan buras menjadi pengingat kuat akan akar budaya yang tak pernah luntur.

Di tengah hiruk pikuk kota, sajian sederhana itu menghadirkan suasana “pulang” yang dirasakan bersama oleh para peserta.

Suasana semakin hidup dengan pertunjukan tari tradisional yang menggugah memori kolektif tentang tanah Banjar.

Tak sedikit peserta yang larut dalam nostalgia, merasakan kedekatan emosional meski berada jauh dari kampung halaman.

Kehadiran Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang didaulat sebagai warga kehormatan KBB Jawa Tengah, turut menambah kebanggaan tersendiri bagi komunitas.

Penghormatan tersebut dirasakan sebagai bentuk pengakuan bahwa warga Banjar menjadi bagian penting dari kehidupan sosial di Kota Semarang.

Di balik terselenggaranya acara ini, peran Dipa Yustia Pasa sebagai penggagas terasa begitu kuat. Latar belakangnya sebagai putra kelahiran Banjarmasin menghadirkan sentuhan personal dalam setiap detail kegiatan, menjadikan acara tidak hanya formal, tetapi juga sarat makna kekeluargaan.

Ketua KBB Jawa Tengah, Baharuddin Noor, menilai kebersamaan seperti ini menjadi fondasi penting bagi komunitas di perantauan.

“Banyak warga Banjar yang telah menjadi tokoh masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Ini menunjukkan bahwa komunitas Banjar mampu beradaptasi sekaligus berkontribusi di manapun berada,” ujarnya.

Bagi para peserta, halal bihalal ini menjadi ruang untuk saling menguatkan.

“Kami merasa seperti pulang ke rumah. Di sini kami bisa bertemu, berbagi cerita, dan merasakan kembali suasana kekeluargaan khas Banjar,” ungkap salah satu peserta dengan haru.

Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka.

Interaksi yang terbangun menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak hanya menghangatkan hati, tetapi juga dapat menggerakkan roda ekonomi komunitas.

Melalui momen ini, warga Banjar di Semarang menunjukkan bahwa identitas budaya tetap bisa hidup dan berkembang, bahkan jauh dari tanah asal.

Halal bihalal pun menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ikatan persaudaraan yang erat.

Penulis: Husni Muso

Exit mobile version