Sekda Kota Semarang: Tak Hanya Pedagang, Semua Lapisan Masyarakat Terdampak PPKM

  • Bagikan
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin. (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin. (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)

SEMARANG, Lingkar.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, dampak dari PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tak hanya dirasakan oleh para pedagang, namun juga semua lapisan masyarakat.

“Kalau bicara masalah dampak PPKM, kita semua juga terdampak, saya dan andapun juga terdampak. Tapi kan ini kebersamaan, jadi tidak hanya peran pemerintah tetapi juga peran masyarakatpun juga diperlukan dalam menangani pandemi Covid 19 ini,” ungkap Iswar kepada Lingkar.co, Kamis (21/01).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Iswar menyebut, dalam hal pemberlakukan PPKM, Pemerintah memikirkan dua dampak utama.

“Kalau dampak kita kan memikirkannya ada dua, yaitu dampak kesehatan dan ekonomi. Makanya selain dampak kesehatan yang kita pikirkan, juga kegiatan tidak dibatasi secara keseluruhan yang mana tutup selama 24 jam, namun masih bisa buka sampai jam tertentu,” jelasnya.

Sehingga, pada akhirnya pemerintah mengambil jalan tengah, pelaksanaan PPKM hanya dilaksanakan sampai jam tertentu saja (dimajukan jam tutupnya).

“Jadi pelaksanaan PPKM dilakukan dengan memajukan jam tutupnya saja. Namun, aktivitas setelah pelarangan itu kan masih bisa beraktivitas” paparnya.

Terkait para pedagang yang mengeluh adanya jam malam, Iswar menanggapi bahwa tidak hanya pedagang saja yang mengeluh, namun juga semura orang.

“Ya sementara seperti itu dulu, kita harus bersabar dan bersama-sama dalam mengatasi Covid 19. Covid 19 ini tidak bisa hanya diatasi oleh pemerintah, jadi harus bekerja sama artinya semua lapisan masyarakat harus gotong royong untuk bagaimana caranya agar penyebaran Covid 19 ini bisa berkurang,” tegasnya

Dari seminggu setelah pelaksanaan PPKM ini, Iswar telah mengevaluasi pelaksanaan PPKM ini berjalan dengan lancar dan terkendali.

“Sudah bagus, sudah ada penurunan. Angka kesembuhan menurun, angka penderita setiap harinya juga menurun. Penambahan kasusnya juga menurun. Jadi yang terpapar setiap harinya sudah menurun. Kalau dilihat dari jumlah yang terpapar secara secara total ada kenaikan karena ada penambahan namun itu disebabkan tingkat kesembuhan pasien Covid 19 yang lama. Jadi kalau secara grafik naik karena ada penambahan kasus, tapi jumlah tiap harinya semakin menurun. Biasanya 100 misalkan, sekarang  hanya 50. Tetapi jumlah total yang sembuh itu lama,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada rapat evaluasi PPKM Walikota bersama Forkopimda Kota Semarang, Hendrar Prihardi mengaku belum dapat memutuskan apakah pengetatan PPKM akan berlanjut atau selesai pada 25 Januari 2021.

Hal ini perlu dipertimbakan kembali mengingat masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan masyarakat serta unit usaha selama pengetatan PKM dilaksanakan.

“Kita akan lihat perkembangan selama seminggu ini, mudah-mudahan semakin menurun dan jumlah total penderita akan semakin berkurang,” jelas Hendi sapaan akrabnya

Hendi sendiri tidak menampik, jika upaya PPKM ini berdampak pada perekonomian di Kota Semarang. Namun, upaya tersebut harus diambil agar masyarakat bisa lebih berdisiplin, dalam menjalankan protokol kesehatan. (ris/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.