Selesai Direnovasi, Taman Balekambang Solo Kembali Dibuka

Taman Balekambang Solo siap menerima kunjungan masyarakat. (ANTARA/LINGKAR.CO)
Taman Balekambang Solo siap menerima kunjungan masyarakat. (ANTARA/LINGKAR.CO)

SURAKARTA, Lingkar.co – Taman Balekambang Solo, kembali buka untuk masyarakat umum setelah renovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta selama beberapa bulan.

Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh mengatakan, tingkat kunjungan yang masih rendah tersebut salah satunya tidak lepas dari aturan Pemkot Surakarta yang mengharuskan pengunjung berusia di atas 15 tahun dan di bawah 59 tahun.

Selain itu, larang ibu hamil dan lansia untuk memasuki objek wisata tersebut selama pandemi COVID-19.

“Per 1 Januari mulai buka lagi, ya pengunjung masih sepi. Seperti tanggal 1 Januari sebanyak 81 pengunjung, tanggal 2 dan 3 masing-masing sekitar 175 pengunjung,” katanya belum lama ini.

Meski pengunjung masih terbatas, pihaknya tetap menyelenggarakan pentas ketoprak dan Sendratari Ramayana. Bahkan, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Sendratari Ramayana ini masih cukup tinggi.

“Pentas Ramayana ini kan biasanya 2.500-3.000 penonton, selama pandemi ini target kami 500 penonton. Itu selalu penuh,” jelasnya.

Png-20230831-120408-0000

Untuk bisa menonton Sendratari Ramayana, masyarakat bisa mengakses tiket secara gratis melalui daring. Bahkan, selama ini untuk penjualan tiket hanya habis dalam 1-2 hari saja.

WAJAH BARU DESTINASI

Sementara itu, setelah renovasi koridor yang ada di sepanjang jalan Balekambang serta sejumlah spot foto menjadi wajah baru destinasi bernuansa alam tersebut. Selain itu, ada pula latar belakang bernuansa baru di area pementasan Sendratari Ramayana.

Meski beberapa titik terlihat baru, dikatakannya, pengunjung yang masuk tidak dikenai biaya sepeserpun. Ia mengatakan penarikan retribusi hanya dilakukan kepada pengunjung yang menggunakan lahan, di antaranya untuk acara pernikahan dan acara-acara tertentu.

“Besaran retribusi untuk pelayanan umum ini bermacam-macam, misalnya kalau mau pakai kolam bayarnya Rp500.000/6 jam pertama, ‘open stage’ (panggung terbuka) Rp750.000, menggunakan gedung di malam hari tarifnya Rp2,5 juta dan siang Rp2 juta,” paparnya.

Meski tetap menerapkan protokol kesehatan salah satunya jaga jarak selama pandemi COVID-19, dikatakannya, taman dengan luas 11,5 hektare tersebut bisa menampung sampai ribuan orang.

“Kalau 5.000 pengunjung dalam satu waktu saja ‘nggak’ kelihatan (berkerumun) karena kan luas. Masih tetap bisa jaga jarak juga,” tandasnya. (ara/aji)

Baca Juga:
Akibat Pandemi Covid-19, Ratusan Anak di Rembang Jadi Yatim Piatu

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *