Lingkar.co – Para seniman dan budayawan di Banyumas menolak rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di kompleks Taman Budaya Soetedja, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mereka meminta agar kawasan yang berada di Jalan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul tersebut tetap difungsikan khusus untuk aktivitas seni dan budaya.
“Kami tidak menolak berdirinya Koperasi Merah Putih di Kelurahan Purwokerto Kidul, tapi yang kami tolak adalah didirikan di area Taman Budaya Soetedja,” tegas Koordinator Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja, Rohadi, kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Rohadi menjelaskan, bangunan Koperasi Merah Putih direncanakan berdiri di sisi selatan Gedung Soetedja yang kini telah dipasangi patok. Menurutnya, para pegiat seni dan budaya merasa terganggu setelah mengetahui rencana pembangunan tersebut.
“Kami sangat terusik karena selama ini lagi bangga-bangganya mempunyai taman budaya, mulai berkembang, juga kegiatannya sudah mulai padat,” ujar Rohadi.
Pegiat Seni Kecewa Tak Dilibatkan
Rohadi menilai rencana pembangunan di atas lahan yang menjadi ruang kreativitas sekaligus kawasan cagar budaya itu sangat mengejutkan bagi kalangan seniman dan budayawan Banyumas.
“Ini sangat mengejutkan sekali. Walaupun dengan alasan itu kehendak masyarakat, masyarakat yang mana? Kami masyarakat seni budaya di Banyumas itu ribuan. Ribuan yang mengharapkan dan berkeinginan mempunyai taman budaya yang menjadi kebanggaan bagi Banyumas,” ujar Rohadi.
Ia juga mengungkapkan kekecewaan para pegiat seni karena tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan terkait pembangunan Koperasi Merah Putih tersebut.
“Teman-teman sangat kecewa dengan kebijakan yang tidak menyertakan kami. Jadi kami itu tidak disertakan untuk pembahasan rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di situ,” kata Rohadi.
Ingat Perjuangan Panjang Taman Budaya
Melalui forum tersebut, Rohadi menyatakan pihaknya akan mengirimkan surat keberatan resmi kepada bupati dan pihak legislatif. Selain itu, mereka juga tengah menggalang dukungan dari berbagai komunitas seni dan budaya di Banyumas.
Rohadi menambahkan, keberadaan Taman Budaya Soetedja saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para seniman setelah gedung lama di Jalan Gatot Soebroto dirobohkan untuk pembangunan Pasar Manis Purwokerto beberapa tahun lalu.
“Ini baru awal perjuangan, kami akan terus berjuang, karena sejarahnya Taman Budaya itu juga kami berjuang ketika Soetedja diruntuhkan, dijadikan pasar. Kami berjuang akhirnya diberi Taman Budaya. Kalau setelah jadi Taman Budaya, kami akan dihianati lagi, kami tidak mau dihianati untuk yang kedua,” kata Rohadi.
Menurutnya, para pelaku seni sebenarnya berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas justru menambah fasilitas di kawasan Taman Budaya Soetedja guna mendukung kegiatan kesenian, seperti pembangunan asrama seniman dan ruang pameran sesuai rencana awal.
Penulis: Putri Septina