Sering Rusak, Fasilitas Rusunawa di Jepara Dikeluhkan

  • Bagikan
Suasana Rusunawa Jepara yang berada di Keluruhan Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota, baru-baru ini. (MIFTAHUL UMAM/LINGKAR.CO)
Suasana Rusunawa Jepara yang berada di Keluruhan Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota, baru-baru ini. (MIFTAHUL UMAM/LINGKAR.CO)

JEPARA, Lingkar.co – Penghuni Rusunawa Kelurahan Jobokuto, Kecamatan/Kabupaten Jepara mengeluhkan kerusakan di sejumlah area. Pasalnya, kerusakan itu tak hanya sekali dua kali, namun sudah sering terjadi.

Ketua Paguyuban Penghuni Rusunawa Blok A Nasukha menyampaikan, rusunawa blok A sering mengalami kebocoran pada atapnya. Selain itu, fasilitas penunjang keamanan seperti kamera CCTV, dianggap masih kurang. Belum lagi terkait dengan pasokan air bersih bagi penghuni rusunawa, yang tidak lancar.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Fasilitas keamanan perlu ditingkatkan, sebab akhir-akhir ini banyak penghuni yang kehilangan barang. CCTV yang ada juga kurang menjangkau dan perlu ditambah,” ujar Nasukha, Minggu (24/1).

Sementara itu, Ketua Paguyuban Blok C Saiful Huda berharap, fasilitas jalan di rusunawa Kelurahan Jobokuto agar segera diperbaiki, lantaran kondisinya yang sudah rusak. Selain itu, penghuni juga meminta agar rusunawa di Kelurahan Jobokuto, dilengkapi dengan fasilitas tempat bermain anak.

“Kami mohon agar diberikan tempat bermain anak, agar bisa dimanfaatkan oleh penghuni rusunawa,” harapnya.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta, sarana prasarana yang mengalami kerusakan segera diinventarisir dan diperbaiki, sehingga keluhan warga dapat segera diatasi.

“Kepada pengelola dan dinas teknis, mohon untuk didata kerusakan-kerusakan yang disampaikan oleh penghuni untuk selanjutnya diambil tindakan,” kata Andi, sapaan Dian Kristiandi.

Kendati demikian, Andi juga meminta kepada penghuni rusunawa, untuk tidak hanya mengandalkan bantuan fasilitasi dari pemerintah. Warga rusunawa harus mengedepankan gotong royong dan seguyub dalam menyikapi permasalahan yang ada.

“Untuk masalah kecil yang memang bisa diselesaikan oleh paguyuban ya jangan menunggu dari pemerintah. Sedangkan yang memang paguyuban tidak mungkin untuk menyelesaikannya, kita akan bantu fasilitasi,” tutup Andi. (mam/dim/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.