Sudah Sejak 2008, Banjir di Sayung dan Bonang, Kabupaten Demak Sulit Ditangani

  • Bagikan
TERENDAM: Rumah warga dan jalan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tergenang air banjir, Sabtu (6/2/2021). (DOK ISTIMEWA)
TERENDAM: Rumah warga dan jalan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tergenang air banjir, Sabtu (6/2/2021). (DOK ISTIMEWA)

DEMAK, Lingkar.co – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih menjadi masalah serius. Pasalnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, wilayah Demak khususnya Kecamatan Sayung mengalami kebanjiran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho mengatakan, penanganan banjir daerah Sayung dan Bonang sulit diatasi karena di sana tempat rob dan abrasi.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Sudah sejak 2008 ada tanda-tanda rob dan abrasi, sampai sekarang penanganannya belum maksimal sehingga masih sering terdampak,” katanya, Minggu (7/2/2021).

Menurut Agus, pihaknya sudah melakukan upaya dengan memohon bantuan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana untuk dilakukan penyedotan air. Namun langkah itu belum berhasil mengurangi genangan air.

“Kami sudah melakukan penyedotan air di Sayung selama kurang lebih dua bulan, namun belum berhasil karena wilayahnya yang termasuk tempat rob dan abrasi sehingga menyulitkan kita, apalagi jika hujan turun,” ungkapnya.

Meski demikian, ketika datang ke tempat kejadian bencana dan mengamati kemungkinan terburuk, Agus menyebut penduduk masih bisa bertahan di rumah.

“Kita datang ke lokasi, mengamati apakah perlu evakuasi atau tidak. Namun karena banjirnya ini datang pelan-pelan dan tidak bandang. Warga masih bisa bertahan di rumah,” ujarnya.(dit/lut)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.