Lingkar.co – Tanggul kolam retensi milik Pelindo di Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, jebol sepanjang sekitar 30 meter pada Jumat (9/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter yang menggenangi kawasan Industri Lamicitra.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan jebolnya tanggul menyebabkan air dari kolam retensi meluap ke area industri di dalam kompleks pelabuhan.
“Akibat jebolnya tanggul kolam retensi Pelindo sepanjang kurang lebih 30 meter, terjadi genangan di kawasan Industri Lamicitra dengan ketinggian air sekitar 40 sampai 60 sentimeter,” kata Endro, Jumat (9/1/2026).
BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengevakuasi para pekerja yang terdampak banjir di kawasan tersebut.
“Langkah cepat yang kami lakukan adalah evakuasi pekerja menggunakan truk di area terdampak serta memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Selain evakuasi, BPBD juga melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik yang masih tergenang air. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan serta memastikan kondisi kawasan tetap aman.
Endro menambahkan, pihaknya kini berkoordinasi dengan pengelola kawasan pelabuhan dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk perbaikan tanggul yang jebol agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola kawasan dan pihak terkait untuk perbaikan tanggul serta penanganan lanjutan di lokasi,” tandasnya. ***
