Terapkan Perangkat Cerdas dalam Proses Produksi, Strategi Semen Gresik Perkuat Efisiensi Produksi

  • Bagikan
PT Semen Gresik (SG) melaksanakan berbagai upaya efisiensi dan perbaikan berkelanjutan pada proses operasional perusahaan demi menghasilkan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang prima. (DOK. LINGKAR.CO)
PT Semen Gresik (SG) melaksanakan berbagai upaya efisiensi dan perbaikan berkelanjutan pada proses operasional perusahaan demi menghasilkan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang prima. (DOK. LINGKAR.CO)

REMBANG Lingkar.co – Untuk mencapai efisiensi produksi melalui penurunan konsumsi energi dan menjaga kestabilan operasional, PT Semen Gresik (SG) menerapkan perangkat lunak (software) PxP (Process Expert)

GM of Production & Maintenance Semen Gresik Ahmad Zulaihanmengatakan, penerapan PxP dilakukan karena persaingan di dunia industri yang semakin ketat. Sehingga setiap pabrik semen dituntut untuk melakukan efisiensi termasuk dari sisi proses produksinya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Salah satu upayanya dengan menerapkan PxP dalam operasional di finish mill dan raw mill dengan tujuan untuk mengoperasikan peralatan menjadi lebih efisien,” kata Ahmad kepada Lingkar.co, Kamis (17/12).

Lanjutnya, PT Semen Indonesia Group (SIG), Semen Gresik memandang, penting untuk mengedepankan efisiensi konsumsi energi. Maka pada saat perangkat lunak PxP diterapkan, selain terjadi penurunan konsumsi energi juga berlaku peluang untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi.

“Karena terjadi efisiensi dari sisi energi, kita bisa meningkatkan kapasitas produksi yang besaran prosentasenya mencapai tiga hingga lima persen,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, implementasi perangkat lunak PxP diawali dengan proses uji coba selama rentang waktu yang disepakati antara Semen Gresik dengan Principal FLs. Hasil uji cobanya kemudian dievaluasi bersama oleh SG, SIG, dan FLs untuk melihat performa PxP.

Ternyata performa PxP yang diujicobakan telah mampu memenuhi target kapasitas produksi, efisiensi konsumsi energi, dan kualitas produk yang dihasilkan pabrik. “Atas dasar tersebut PxP ditetapkan menjadi SOP dengan target sebesar minimal 90 persen dari total waktu kerja peralatan,” paparnya.

Ahmad menerangkan, secara konsep perangkat lunak PxP yang diterapkan di Semen Gresik memudahkan operator control room ketika pabrik akan memproduksi semen dengan cukup mengatur target yang ingin dicapai baik dari sisi energi dan kualitas produk.

Setelah itu PxP akan mengolah target-target tersebut untuk kemudian mengeluarkan output berupa nilai parameter operasi yang sudah disesuaikan. “Sebelum diterapkan PxP, operator dulu harus melakukan pengaturan parameter operasi secara manual, sekarang sudah otomatis. Penerapan PxP di Semen Gresik merupakan yang pertama dalam lingkup SIG,” pungkas Ahmad. (aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.