Usai Lakukan Tracing di Kuryokalangan, 6 Nakes Positif Covid-19

ILUSTRASI: Penyebaran virus Covid-19 yang menyebar di masyarakat. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Penyebaran virus Covid-19 yang menyebar di masyarakat. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Gabus 2 terkonfirmasi positif covid-19 usai melakukan tracing di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.

Sementara semua nakes yang terpapar virus Covid-19 tersebut mereka sebelumnya sudah mengikuti vaksinasi.

Hal ini disampaikan oleh Suharyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati saat dihubungi pada Rabu (28/4) malam.

Baca juga:
Geledah Rumah Dinas Azis Syamsuddin, KPK Amankan Sejumlah Dokumen

Ia menyebutkan terdapat 6 nakes yang terkonfirmasi positif covid-19 usai melakukan tracing di Desa Kuryokalangan. Namun, menurutnya ini baru dugaan saja.

“Kemungkinan, ya dugaan pastinya saya tidak tau. Itu kan selalu di swab mas. Nakes secara periodik kan di swab. Hasilnya 6 positif,” paparnya.

Sebelumnya, lanjutnya, bidan Desa Kuryokalangan juga terkonfirmasi positif Covid-19. Alhasil total masyarakat Kuryokalangan yang terpapar covid-19 berjumlah 39.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:
Warga Isoman, Ini Syarat Dapatkan Bantuan Sembako Dari Pemkab Karanganyar

“Kita baru dugaaan ya. Dugaannya ya tracking di kuryokalangan. Karena bidan di sana juga kena. Jadi warga kuryokalangan yang kena kan 38 tambah satu bidan desa jadi 39,” ujarnya.

Kronologi kejadiannya, usai melakukan swab warga Desa Kuryokalangan, kemudian terdapat nakes yang tidak enak badan.

Mengetahui hal tersebut, seluruh nakes yang ada di faskes tersebut di swab, dan benar nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga akhirnya Puskesmas Gabus 2 harus tutup selama tiga hari.

Baca juga:
6 Bulan Mati, Api Abadi Mrapen akan Dihidupkan

Semua nakes yang terkonfirmasi positif covid-19 tersebut kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.6 Bulan Mati, Api Abadi Mrapen akan Dihidupkan

“Vaksin itu tidak menjamin tidak ketularan. Tapi kalau ketularan tidak parah. Jadi posisinya mereka hanya meriang-meriang saja kayak flu,” terang Suharyono.

Atas kejadian tersebut, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan mudik pada waktu lebaran. Supaya kasus yang saat ini terjadi di India tidak terjadi di Indonesia. (lam/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *