WHO Berikan Izin Sinovac, Bukti Vaksin di Indonesia Aman

ILUSTRASI: Vaksin Covid-19 yang digunakan sebagai upaya untuk menanggulangi persebaran Covid-19, dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh orang yang bersangkutan. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Vaksin Covid-19 yang digunakan sebagai upaya untuk menanggulangi persebaran Covid-19, dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh orang yang bersangkutan. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia resmi berikan izin Sinovac, validasi ini sebagai pertanda bahwa vaksin tersebut memenuhi standar keamanan dunia.

Hal tersebut didampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/6).

“Kami selaku pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujarnya.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Baca juga:
Maksimalkan Jogo Tonggo dan PPKM, Hartopo Optimis Kasus Covid-19 Melandai

Menkes Budi mengatakan WHO telah memvalidasi penggunaan darurat izin Sinovac tersebut melalui siaran pers pada Selasa (1/6) lalu.

Hal ini menegaskan bahwa pemerintah Republik Indonesia hanya mengadakan vaksin yang aman, teruji mutunya, dan khasiatnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Menkes Budi himbau masyarakat untuk tidak perlu lagi khawatir dengan berbagai jenis vaksin yang saat ini tersedia.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:

Pendaftaran BPUM Tahap Dua Kembali Dibuka, Simak Syarat dan Kriterianya

Karena semua jenis vaksin baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.

“Jadi masyarakat jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang pemerintah berikan adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” terang Menkes.

Menkes Budi menyakini bahwa WHO telah memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan.

Baca juga:
Banyaknya Program Prioritas, PUPR Ajukan Anggaran Bina Marga Sebesar Rp39,70 Triliun

“Selain itu, mutunya telah teruji karena sudah lewat uji klinis tahap ketiga, penggunaannya sudah lebih dari 20 negara di dunia,” jelasnya.

Budi mengatakan bahwa hasil riset juga menunjukan bahwa vaksin Covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.

Vaksin Sinovac akan juga didapatkan melalui Covax Facility, kerja sama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.

Baca juga:
Dorong Industri Perhotelan Kembangkan Produk UKM

“Selain Sinovac, WHO juga telah menerbitkan Daftar Penggunaan Darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm,” pungkasnya. (ara/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *