150 Hektare Lahan Pertanian di Desa Dorang Terancam Gagal Panen, Kerugian Ditaksir Rp 2,9 Miliar

TERDAMPAK: Kondisi lahan pertanian di Desa Dorang, Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. (ADHIK KURNIAWAN/KORAN LINGKAR JATENG)
TERDAMPAK: Kondisi lahan pertanian di Desa Dorang, Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. (ADHIK KURNIAWAN/KORAN LINGKAR JATENG)

JEPARA, Lingkar.co– Sekitar 150 hektare lahan pertanian di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Jepara terancam gagal panen karena banjir. Kondisi tersebut semakin mencekik perekonomian masyarakat khususnya petani di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Kepala Desa Dorang Arif Supratiknyo mengatakan, kalkulasi kerugian karena gagal panen mencapai sekitar Rp2,9 miliar. Bahkan, sebagian lahan pertanian gagal total.

“Lahan pertanian mereka yang terendam banjir puso. Sudah pasti gagal panen,” katanya.

Petani desa setempat Sunardi,61, mengatakan, melakukan tanam padi pada November tahun lalu. Namun, karena banjir menerjang desanya, tanaman padi terancam gagal panen.

“Akibat banjir gagal panen total saya mas. Harapan menikmati hasil panen jadi pupus,” ucapnya.

Petani yang lain Kashian,70 mengungkapkan, lahan persawahannya gagal panen. Ia berharap dinas terkait dapat memberikan antisipasi atau memilimalisir terhadap gagal panen. “Selain itu, ada bantuan kepada para petani yang terdampak,” harapnya.(dik/lut)

Png-20230831-120408-0000

Sumber: Koran Lingkar Jateng

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *