Lingkar.co – Tradisi Lomban Kupatan Tayu dan Sedekah Laut Juwana di Kabupaten Pati kembali digelar pada akhir pekan ini. Agenda tahunan masyarakat pesisir tersebut rutin dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri dan selalu dinantikan warga.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Pati, Rekso Suhartono, mengatakan Lomban Kupatan Tayu akan berlangsung pada Sabtu (28/3/2026), disusul tradisi Sedekah Laut di Juwana pada hari berikutnya.
”Lomban Tayu hari Sabtu. Kemudian larung sesaji Juwana hari minggu-nya. Kalau Lomban Kupatan di Tayu, di Desa Sambiroto. Sudah tradisi turun menurun. Intinya hampir sama dengan larung sesaji Juwana,” ungkap Rekso, kemarin.
Ia menjelaskan, prosesi Lomban Kupatan di Desa Sambiroto diawali dengan arak-arakan kepala kerbau yang dibawa keliling desa mulai sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, kepala kerbau dilarung ke laut melalui Sungai Tayu pada siang hari.
”Kalau di Sambiroto itu ada kepala kerbau yang dilarung ke laut lewati sungai Tayu. Sebagai ucap syukur dari masyarakat sekitar kepada Tuhan YME telah diberi kelimpahan rezeki dari hasil tangkapan ikan dan lainnya,” ujar Rekso.
Sementara itu, tradisi serupa juga digelar masyarakat Desa Bendar, Kecamatan Juwana. Warga mengadakan kirab sebelum melarung sesaji di muara Sungai Juwana, yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB.
”Intinya hampir sama itu. Termasuk untuk keselamatan nelayan dan masyarakat. Itu sudah ditunggu masyarakat setiap tahunnya,” katanya.
Rekso menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pati.
”Jadi harapan kami, lomban ini kan event tahunan yang dinanti masyarakat Pati (untuk) nguri-nguri tradisi ucap syukur kepada Allah SWT. Ada berapa rangkaian, ada kirab, wisata perahunya. Mudah-mudahan masyarakat bisa terhibur di situ,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya berharap tradisi ini juga mampu mendorong perputaran ekonomi warga, terutama dengan adanya wisata perahu yang menjadi daya tarik selama lomban berlangsung.
”Kemudian bisa berekreasi dengan aman dan nyaman. Tentunya juga meningkatkan ekonomi di sekitar,” pungkas dia. (*)








